Memuliakan Pasir Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta dari Tanah Kasultanan
ยทwaktu baca 2 menit

Tepas Panitikisma Keraton Yogyakarta melakukan pemuliaan Alun-alun utara dengan melakukan pergantian pasir. Tepas Panitikisma adalah penanggungjawab aset-aset Keraton.
Proses penggantian material ini dimulai dengan penggalian tanah di Alun-alun utara sejak 3 April lalu dan diperkirakan selesai Juli mendatang.
Wakil Penghageng II Tepas Panitikisma Keraton Yogyakarta, KRT Suryo Satriyanto, mengatakan aktivitas penggalian dilakukan untuk perbaikan kondisi tanah.
"Selama ini terdapat banyak aktivitas yang menyebabkan kondisi alun-alun kurang ideal. Material asli penyusun alun-alun yakni pasir, telah tercampur dengan banyak material lain karena kegiatan yang dilaksanakan di Alun-alun Utara sering tidak inline dengan kelestarian alun-alun ditambah lagi sistem drainase kurang memadai," kata Kanjeng Suryo dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Kamis (14/4).
Kanjeng Suryo menjelaskan bahwa selama ini banyak sampah, spanduk, hingga pondasi beton bekas kegiatan temporer yang pernah digelar di sana. Benda-benda tersebut menurutnya tidak seharusnya berada di Alun-alun Utara.
"Oleh karenanya, mengembalikan tanah Alun-alun Utara ke material aslinya yakni pasir sangat penting untuk menjaga kemuliaan serta kelestarian alun-alun sebagaimana mestinya," ucapnya.
Dijelaskan bahwa pasir yang digunakan untuk mengganti material sebelumnya merupakan pasir yang berasal dari tanah Kasultanan. Tanah tersebut sudah melalui tahap proses pemilihan dan pertimbangan dari tim internal.
Tanah Kasultanan adalah tanah hak milik Kasultanan yang meliputi Tanah Keprabon dan Tanah Bukan Keprabon atau Dede Keprabon yang terdapat di kabupaten/kota dalam wilayah DIY.
"Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai instansi serta dinas terkait maupun masyarakat di sekitar lokasi pengambilan pasir," jelasnya.
"Prosesnya dilakukan bergantian, kami menukar material yang ada di alun-alun dengan pasir yang telah kami pilih. Selanjutnya, material dari Alun-alun Utara tersebut kami gunakan untuk menutup bekas galian pasir di wilayah pengambilan pasir," tambahnya.
Pemuliaan ini menurut Kanjeng Suryo adalah langkah untuk merawat aset milik Kagungan Dalem. Selain itu juga merupakan bentuk dukungan mewujudkan Yogyakarta sebagai Kota Warisan Dunia. Serta, turut mengejawantahan konsep menjaga dan memperindah keindahan dunia atau Memayu Hayuning Bawono.
