Menabung Air Hujan di Sumur Resapan: Lestarikan Lingkungan dan Cadangan Air

29 Maret 2022 13:13
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menabung Air Hujan di Sumur Resapan: Lestarikan Lingkungan dan Cadangan Air (28987)
zoom-in-whitePerbesar
Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto: Aditya Pradana Putra / ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Indonesia diberkahi sumber daya alam (SDA) yang melimpah termasuk cadangan air. Sayangnya, kita selalu lupa cara menjaganya. Dibutuhkan pengelolaan air yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
Untuk menjalankan upaya tersebut tentu membutuhkan kolaborasi semua pihak. Seperti yang diupayakan Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bersama Yayasan FIELD (Farmer Initiatives for Ecological Livelihoods and Democracy) Indonesia, dengan menggandeng Pemkab Purwakarta, Jawa Barat.
Kedua organisasi nirlaba itu bersama Pemkab Purwakarta berupaya mewujudkan kemudahan akses air bersih bagi masyarakat melalui pembangunan sumur resapan.
Proyek ini dikerjakan sejak Juli 2021 hingga Maret 2022 di 8 desa Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Sukatani, yang berlokasi di sekitar Waduk Jatiluhur. Jumlah sumur resapan yang berhasil dibuat mencapai 854 buah.
Menabung Air Hujan di Sumur Resapan: Lestarikan Lingkungan dan Cadangan Air (28988)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan sumur resapan oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Yayasan FIELD di 8 desa sekitar Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Ketua Pelaksana CCFI, Triyono Prijosoesilo, mengatakan, sumur resapan sebagai tempat penampungan air hujan di sekitar Waduk Jatiluhur, memberi dampak yang baik bagi masyarakat setempat dan lingkungan.
ADVERTISEMENT
"Keterbatasan air menjadi perhatian kita, TCCF (The Coca-Cola Foundation) dan Yayasan FIELD membangun sumur resapan dan TCCF sangat bangga dengan adanya proyek ini di daerah Jatiluhur, karena ini area tangkapan air bagi masyarakat Jawa Barat, yang tentu berdampak bagi Jakarta," ungkap Triyono saat konferensi pers 'Menabung Air Hujan di Sumur Resapan' secara virtual, Selasa (29/3).
"Tentu kualitas dapat tercapai, tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat yang sangat penting, sehingga program ini dapat diterima dan berjalan sesuai rencana, serta berdampak seluas-luasnya. Melalui program ini solusi kelestarian lingkungan dan akses air bagi masyarakat setempat," imbuhnya.
Menabung Air Hujan di Sumur Resapan: Lestarikan Lingkungan dan Cadangan Air (28989)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan sumur resapan oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Yayasan FIELD di 8 desa sekitar Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Menurut Triyono, sumur resapan adalah solusi mudah dalam mengatasi persoalan cadangan air dan banjir. Ia berharap program ini juga dapat dilaksanakan di daerah-daerah lain.
ADVERTISEMENT
"Konsep ini sangat mudah dan ternyata berdampak luas dan terbukti. Hingga saat ini, TCCF dan mitra-mitra kami telah menjalankan program ini di berbagai wilayah di Jawa dan Sumatera. Ini bukan akhir bagi konservasi air, mudah-mudahan konsep yang mudah ini dapat diimplementasi di daerah-daerah lain," harapnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menabung Air Hujan di Sumur Resapan: Lestarikan Lingkungan dan Cadangan Air (28990)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan sumur resapan oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Yayasan FIELD di 8 desa sekitar Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan FIELD Indonesia, Heru Setyoko. Ia mengatakan, sumur resapan adalah solusi yang mudah, murah, dan efektif dalam memperbaiki sumber daya air masyarakat. Apalagi di musim hujan, sumber air akan melimpah dan dapat mengatasi banjir. Juga mengatasi kekeringan saat musim kemarau.
"Dari 854 sumur resapan ini, dapat memasukkan air, menampung air hingga 6.800.000 liter dalam sekali hujan. Kalau hujan 6 bulan maka akan berlipat-lipat. Dalam 102 tahun itu dapat meningkatkan air sekitar 30%, jadi dampaknya sangat luar biasa," rinci Heru.
ADVERTISEMENT
"Pada musim kemarau ada sumur yang tidak ada air, sekarang ada air, jadi ini sangat luar biasa program ini, dan tanggapannya masyarakat bagus sekali, diharapkan malah ditambah lagi," tambahnya.

Proyek Sumur Resapan Ciptakan Tenaga Ahli

Menabung Air Hujan di Sumur Resapan: Lestarikan Lingkungan dan Cadangan Air (28991)
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan masyarakat pada program prmbangunan sumur resapan oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Yayasan FIELD di 8 desa sekitar Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Selain memberi manfaat bagi keberlangsungan sumber daya air, Heru menjelaskan proyek sumur resapan ini juga menciptakan tenaga ahli baru. Pasalnya dalam proses pembangunannya, pihak CCFI dan Yayasan FIELD menggandeng masyarakat setempat dalam pelatihan terkait sumur resapan.
"Kita melatih fasilitator desa untuk survei lapangan sumur resapan. Masing-masih desa ada 2 orang jadi ada 16 orang di 8 desa di 2 kecamatan. Lalu, pelatihan fasilitator sekolah lapangan, kita latih 200 orang di 8 desa, masing-masing desa 25 orang," ungkap Heru menjelaskan berapa banyak tenaga ahli yang tercipta.
ADVERTISEMENT
Sekda Kabupaten Purwakarta, Iyus Permana, mengamini munculnya tenaga ahli terkait sumur resapan di wilayahnya. Hal ini juga sejalan upaya pemberdayaan masyarakat.
"Ini juga memang melahirkan tenaga ahli, di satu desa ada 2 orang sehingga ada 16 orang di 8 desa, sehingga program sumur resapan ini diharapkan dapat dibangun seperti ini di daerah-daerah lain," jelasnya dalam kesempatan yang sama.
Menabung Air Hujan di Sumur Resapan: Lestarikan Lingkungan dan Cadangan Air (28992)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan sumur resapan oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Yayasan FIELD di 8 desa sekitar Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Iyus mengapresiasi semua pihak yang telah berkolaborasi dalam program sumur resapan di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur. Menurutnya, masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya. Mengingat kondisi dari 8 desa tersebut yang kerap kebanjiran saat musim hujan dan kekeringan saat kemarau.
"Memang sumur resapan sangat kami perlukan di daerah tersebut, di 8 desa itu merupakan daerah yang memang ketika musim hujan selalu kebanjiran saat kemarau selalu kekeringan," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Beberapa waktu lalu, saya minta tim ke sana, setiap tahun sebelumnya di Desember-Februari hujan tinggi selalu ada genangan air, itu satu minggu tergenang. Setelah adanya resapan ini alhamdulillah genangan sudah tidak ada lagi, begitu hujan langsung kering kembali," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020