Menag Ajak Pengantin Tanam Pohon Usai Nikah: Sudah 500 Ribu Pohon di 2025

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menghadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (11/11). Dalam rapat ini, Nasaruddin menjelaskan beberapa pencapaian programnya, termasuk soal pernikahan dan hal hal terkait.
Salah satunya adalah program Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), yaitu Wakaf Pohon dan Edukasi Bimbingan Perkawinan Berwawasan Lingkungan. Dalam program ini, Kemenag mengajak pengantin untuk menanam pohon usai menikah.
“Dalam rangka mengintensifkan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam kehidupan agama dan berkeluarga, Ditjen Bimas Islam meluncurkan gerakan wakaf pohon bagi calon pengantin,” ucap Nasaruddin.
“Program ini mengajak 1,5 juta pengantin menanam bibit unggul komitmen terhadap kelestarian alam dan tanggung jawab sosial pasca pernikahan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, selama tahun 2025, sudah ada sekitar 500 ribu pohon yang tertanam imbas dari program tersebut.
“Hingga tahun 2025, telah tercatat lebih dari 500 ribu pohon tertanam di berbagai wilayah indo, bekerja sama dengan KUA, Pemda, dan organisasi masyarakat,” ucap Nasaruddin.
Ia menyebut, program ini telah berkontribusi untuk lingkungan sekitar, termasuk penghijauan dan penurunan emisi karbon,
“Gerakan ini berkontribusi terhadap restorasi ekosistem dan penghijauan kawasan padat penduduk. Kemudian peningkatan keanekaragaman hayati, penurunan emisi karbon sebesar 2.000 sampai 8.800 ton CO2-nya per tahun,” ucap Nasaruddin.
“Serta peningkatan kesadaran ekoteologis di kalangan generasi muda muslim,” tandasnya.
