Menag: Banyak Jemaah Haji Belum Paham Manasik, Pembimbing Harus Sudah Haji
ยทwaktu baca 2 menit

Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja dengan agenda evaluasi haji bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini, Rabu (31/8). Gus Yaqut menuturkan, selama operasional ibadah haji, pihaknya menemukan banyak permasalahan yang menjadi catatan penting untuk ke depannya.
"Permasalahan yang timbul dari pelaksanaan operasional ibadah haji, kami menemukan beberapa catatan penting dan menonjol," kata Gus Yaqut di Ruang Sidang Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Rabu (31/8).
Gus Yaqut mengatakan, berdasarkan pengamatan di lapangan selama proses pelaksanaan operasional ibadah haji tahun ini, ternyata masih banyak jemaah yang belum memahami manasik haji, walau sebelumnya sudah mengikuti manasik haji di tempat masing-masing.
"Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak jemaah belum memahami manasik haji meski telah mengikuti manasik di KUA kecamatan dan kabupaten/kota," lanjut dia.
Manasik haji adalah panduan/peragaan ibadah haji sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci. Solusi untuk masalah itu, Gus Yaqut akan melakukan evaluasi terhadap pola bimbingan ibadah kepada jemaah.
"Dibutuhkan kurikulum yang mudah dipahami," ucap Gus Yaqut.
Selain itu, perlu diberikan tuntutan ibadah berdasarkan lokasi mereka berada baik di Makkah dan Madinah. Jemaah haji berada di Madinah sekitar 9 hari, selebihnya di Makkah.
"Kedua, meningkatkan kualitas petugas pembimbing ibadah dan kuantitas bimbingan ibadah selama di Arab. Rekrutmen dilakukan dengan memperbaiki persyaratan pembimbing ibadah harus sudah berhaji, berasal dari ASN berpengalaman atau tokoh beragama, dan memperbanyak pembimbing ibadah perempuan," pungkasnya.
Pelaksanaan operasional ibadah Haji 1443 H/2022 M telah ditutup di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (18/8). Berakhirnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini ditandai dengan keberangkatan kloter terakhir SOC-43 sebanyak 354 jemaah dari Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Sabtu (13/8).
Pemulangan jemaah gelombang pertama berlangsung pada 15-30 Juli 2022 melalui Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Total ada 45.120 jemaah yang tergabung dalam 114 kloter yang pulang ke tanah air dari Jeddah.
Sementara pemulangan jemaah haji gelombang kedua berlangsung dari 30 Juli-13 Agustus 2022. Total ada 47.451 jemaah yang tergabung dalam 126 kloter yang pulang dari Bandara Madinah. Sehingga totalnya 92.571 jemaah haji.
