Menag Beri Bantuan Rp 610 Juta Untuk Rehab Asrama Al Khoziny Sidoarjo
·waktu baca 2 menit

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menyebut telah memberikan dana sebesar Rp 610 juta untuk rehabilitasi asrama pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Sebelumnya, ponpes itu ramai diperbincangkan usai musalanya runtuh dan menewaskan puluhan santri yang sedang salat.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat rapat kerja bersama Timwas Penanganan Bencana DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Rabu (5/11).
“Jadi, insiden runtuhnya bangunan pesantren Al-Khoziny. Begitu kami mendengarkan, maka kami sendiri yang langsung ke lapangannya bersama dengan teman-teman setelah berkoordinasi dengan Kanwil Jawa Timur,” ucap Nasaruddin.
“Dan kita juga selain memberikan bantuan stabilitas emosional tadi, kami juga memberikan bantuan dana Rp 610 juta untuk rehabilitasi asrama dan untuk memungkinkan anak-anak kita itu untuk berteduh di saat-saat bangunannya runtuh,” tambahnya.
Nasaruddin menjelaskan Kementerian Agama juga memberikan bantuan emosional kepada para korban Al Khoziny dan keluarganya. Bantuan itu diberikan dengan pendekatan agama.
Nasaruddin pun menyebut bahwa ia dan para orang tua tak bersedih para santri itu tewas dalam bencana runtuhnya musala tersebut. Mereka justru bersyukur anak-anak itu tewas saat salat.
“Dan ada hal yang menarik, Bapak-Ibu sekalian. Kami tidak bersedih, Pak, dengan kematian anak kami. Rakaat kedua anak kami dijemput malaikat maut dan mudah-mudahan nanti menjemput kami di pintu surga,” ucap Nasaruddin.
“Jadi, apa ya, mereka itu bukan bersedih tetapi malah bahkan alhamdulillah kami anak kami dijemput di rakaat kedua di tempat yang sangat mulia, bukan di tempat maksiat dan sedang bernakal-nakalan,” tambahnya.
Menurut Nasaruddin, rasa syukur itu merupakan langkah untuk menciptakan kestabilan emosi para korban dan keluarganya.
“Jadi, ini satu bentuk penciptaan stabilitas emosional bagi para korban itu penting sekali dengan menggunakan bahasa agama,” tambahnya.
