Menag di Acara Doa Bersama Lintas Agama: Semua Agama Ujungnya Cinta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers Menag Nasaruddin Umar dan tokoh lintas agama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers Menag Nasaruddin Umar dan tokoh lintas agama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menghadiri doa bersama lintas agama yang digelar Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat (26/9).

Doa bersama ini dihadiri oleh sejumlah pemuka agama Buddha dan sekitar 2.600 umat Buddha Dharma Indonesia (BDI) dari seluruh Indonesia. Hadir pula pemuka agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Konghucu.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menyampaikan tak ada agama yang mengajarkan kebencian.

"Jika ada orang yang mengajarkan agama, tetapi yang muncul kebencian muridnya terhadap orang lain atau agama lain. Maka pada hakikatnya tidak mengajarkan agama, tapi mengajarkan kebalikan agama itu sendiri," ujar Nasaruddin dalam sambutannya.

"Semua agama ujungnya adalah cinta," tambah dia.

Dia pun mengapresiasi langkah MSBDI yang mengadakan doa lintas agama ini. Pasalnya, menurut dia, kerukunan umat beragama di Indonesia perlu dijaga.

"Kalau kita rukun hidup satu sama lain penuh dengan cinta, seperti yang kita tampilkan pada pagi hari ini. Itu artinya agama sudah bekerja pada diri kita masing-masing," tutur dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan doa bersama ini bisa menjadi sumber utama dalam menjaga perdamaian bangsa.

"Bukan hanya umat Buddha ya yang ada di sini tapi juga perwakilan dari 6 agama hadir di sini untuk dengan singkat menyalakan api dari kita semua. Karena kita semua adalah lilin-lilin kecil yang bisa menyalakan perdamaian di dunia ini," tutur Irene.