Menag di Perayaan Natal Gereja Tiberias: Perbedaan itu Lukisan Tuhan yang Indah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Agama Nasaruddin Umar di Perayaan Natal Gereja Tiberias, Sabtu (6/12). Foto: Rayyan/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama Nasaruddin Umar di Perayaan Natal Gereja Tiberias, Sabtu (6/12). Foto: Rayyan/Kumparan

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menghadiri Perayaan Natal Gereja Tiberias 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (5/12).

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa keberagaman di Indonesia adalah anugerah yang harus dirawat bersama. Di hadapan puluhan ribu jemaat, Nasaruddin memberi ucapan Selamat Natal kepada Umat Kristiani di Indonesia.

“Saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara kami untuk merayakan Natal pada saat ini. Semoga Natal ini membawa kedamaian, keberkahan, dan Insyaallah membawa kemaslahatan untuk kita semuanya,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi di berbagai negara lain, di mana perbedaan justru memicu pertikaian. Namun di Indonesia, katanya, keberagaman menjadi sebuah keindahan.

“Di tempat lain, di negara lain, perbedaan itu sumber konflik. Tetapi kita di Republik Indonesia ini, perbedaan itu adalah sebuah lukisan Tuhan yang sangat indah,” ujarnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar di Perayaan Natal Gereja Tiberias, Sabtu (6/12). Foto: Rayyan/Kumparan

Ia menegaskan keberagaman di Indonesia tidak boleh dirusak.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang sangat indah dan tidak boleh ada yang mengacak-acak dan tidak boleh ada yang merusak lukisan Tuhan ini. Lukisan Tuhan yang terindah di dunia ini adalah Indonesia. Tepuk tangan untuk Indonesia!” lanjutnya.

Ia menggambarkan suasana kebersamaan lintas iman di Indonesia, mulai dari suara bedug dan azan hingga lonceng gereja yang berdampingan dan memperindah atmosfer kebangsaan.

Ribuan umat memenuhi stadion Gelora Bung Karno dalam rangka Perayaan Natal Gereja Tiberias pada Sabtu (6/12). Foto: Rayyan/Kumparan

“Di sana ada bunyi bedug suara azan. Tetapi di sana juga ada bunyi lonceng gereja. Tetapi bertalu-talu satu sama lain memperindah atmosfer bangsa Indonesia. Kita harus bangga sebagai warga negara bangsa Indonesia,” kata Nasaruddin.

Lebih lanjut, Nasaruddin juga mengungkapkan bahwa Kementerian Agama akan menggelar Natal bersama, pertama kalinya sejak Republik Indonesia berdiri.

“Bapak Ibu sekalian, besok ini, Insyaallah kita pun juga akan melaksanakan Natal bersama. Pertama semenjak Republik Indonesia merdeka, di Kementerian Agama Republik Indonesia ini, ada Kementerian Agama merayakan Natal bersama,” ucapnya.

Ia menutup sambutan dengan pesan agar masyarakat tidak terpecah oleh perbedaan keyakinan dan tetap menjaga keharmonisan nasional.

“Kita tidak boleh ada sekat-sekat, teman-teman. Jangan karena perbedaan agama atau aliran membuat kita itu berbeda. Sebuah lukisan yang indah, tidak ada artinya bingkainya emas kalau lukisannya tidak indah. Apa arti sebuah bingkai? Yang penting lukisannya sangat indah,” ujarnya

“Dan terima kasih kepada kita semuanya. Semoga Tuhan memberkati kita semuanya. Shalom!” ujarnya.