Menag Dukung Penyeragaman Simbol Halal Dunia
·waktu baca 3 menit

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut ingin adanya keseragaman simbol atau logo halal dunia agar meyakinkan suatu produk diakui halal oleh seluruh dunia.
Hal ini disampaikannya di acara kumparan Halal Forum 2025 di Artotel Mangkuluhur, Jakarta Selatan pada Selasa (27/5).
“Bisa nggak kita membuat penyeragaman simbol halal di seluruh dunia ya, supaya nanti nggak usah ada perbedaan lagi,” ujarnya.
“Apa yang halal di Amerika, halal juga di Indonesia, apa yang halal di Indonesia halal juga di tempat yang lain,” tambahnya.
Menurut Nasaruddin, kini masih ada perbedaan standar halal di masing-masing negara di dunia. Indonesia, menurutnya, menjadi salah satu yang paling hati-hati.
“Nah, sekarang ini ada perbedaan pendapat di kalangan kita. Belum tentu halal di tempat lain. Ya, apalagi di Indonesia ini agak sedikit terlalu hati-hati karena dalam undang-undang kita, misalnya, kan pisau yang dipakai memotong babi, misalnya, itu harus diberikan jarak 3 kilometer dengan tempat pemotongan halal,” ujar dia.
“Jadi kalau hemat saya, faktor jarak itu nggak bisa menjadi kriteria pentingnya di dalam hal ini. Boleh hati-hati, tapi jangan sampai nanti membuat kita itu kaku ya. Nah boleh jadi kita bertetanggaan di situ. Tapi disiplin kita menggunakan pisaunya tidak dipakai menyembelih yang lain,” tandasnya.
Digagas BPJPH
Senada, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, Ahmad Haikal Hasan, mengaku pihaknya menggagas satu logo halal untuk satu dunia.
Haikal mengatakan saat ini dirinya mendapat tugas ke Malaysia dalam rangka pembentukan ASEAN Halal Forum. Setelah sebelumnya dia menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan International Islamic Economics & Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC) 2025 yang berlangsung pada 21–22 Mei 2025, di Preston Auditorium, World Bank Headquarters, Washington DC, Amerika Serikat.
"Saya ke Malaysia dalam rangka pembentukan ASEAN Halal Forum Acara ini sudah saya gagas sejak saya di Rusia kemarin bersama lebih daripada 40-an negara dan kemudian saya ulangi lagi di Amerika setelah dari Rusia ke Amerika dan saya sampaikan juga kepada para pimpinan yang bersangkutan dan berkaitan dengan halal di Amerika dan kemudian masih melanjutkan sekali lagi ke Malaysia," kata Haikal dalam video tersebut.
"Karena kebetulan pada hari Selasa dan Rabu ada ASEAN Summit dan di sana pun dibicarakan soal pentingnya halal menjadi sebuah ekosistem yang harmoni dengan standar yang sama bahkan kita gagas dengan satu logo untuk semua halal satu dunia karena itu kehadiran saya di Malaysia untuk menyampaikan ini sangat penting apalagi negara jiran ini adalah negara sahabat kita yang juga ikut menggagas nanti di ASEAN Summit," lanjutnya.
