Menag: Jangan Karena yang Jual Berjilbab, Produknya Pasti Halal

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memilah produk-produk halal. Hal ini dia sampaikan dalam pemaparannya di acara kumparan Halal Forum.

Nasaruddin bercerita soal pengalamannya mendatangi salah satu gedung di kawasan Jakarta Selatan. Kala itu, Nasaruddin melihat sebuah restoran Jepang yang mempekerjakan karyawan berhijab.

Dia kemudian sempat berbincang dengan salah satu karyawan yang menggunakan jilbab.

"Terus saya tanya 'Mbak takut sama Tuhan ya?', 'Iya Pak', 'Ini kamu jual halal atau enggak?'," kata Nasaruddin dalam acara yang digelar di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (27/5).

Lewat perbincangan itu, Nasaruddin kemudian mendapat jawaban yang cukup mengejutkan. Karyawan berjilbab itu mengungkapkan bahwa produk yang dijualnya menggunakan minyak yang non halal.

Dari peristiwa yang dialaminya, Nasaruddin kembali mengingatkan pentingnya sertifikasi halal dalam sebuah produk yang dipasarkan oleh para pelaku usaha.

"Kalau kita melihat jilbab, yang nawarin-nawarin brosur, apalagi pelayanannya kan pakai jilbab otomatis itu halal. Walaupun gak ada mereknya halal. Jadi jangan kita terkecoh," urainya.

"Wah penjualnya jilbab ya promosinya jilbab ya makan di situ juga jilbab otomatis itu halal. Nah coba, kalau kita gak mau nanya. Hanya lihat penjualnya jilbab."

Menag pun mengimbau publik berhati-hati.

"Jadi hati-hati, nah di sinilah perlunya kita memang mempromosikan simbol-simbol Halal itu ya," ujar Nasaruddin.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Tidak mungkin kalau ada label halal akan melakukan penipuan seperti itu ya," tambahnya.

Nasaruddin mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terkecoh. Apalagi hanya dengan melihat penampilan para karyawan yang menjajakan produk di suatu tempat usaha.

Kata Nasaruddin, penampilan Islami dari para penjual, bukan lah menjadi standar suatu produk bersifat halal.

"Wah penjualnya jilbab ya, promosinya jilbab yang makan di situ juga jilbab otomatis itu halal. Nah coba kalau kita enggak mau nanya. Hanya lihat penjualnya berjilbab (gimana)?," tuturnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin juga menegaskan kriteria produk yang halal bukan hanya berfokus pada bahan utamanya saja. Bahan tambahan hingga proses pembuatan produk tersebut juga menentukan kehalalan suatu produk.

"Jadi tidak semua restoran yang menyuguhkan ikan itu otomatis halal. Jadi definisi halal itu bukan hanya sekadar berkaitan dengan babi atau hewan yang tidak disembelih dengan cara Islam," tandasnya.