Menag: Kasus Bullying Bukan Cerminan Pesantren, Hanya Jadi Objek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (tengah) saat acara International Conference on Indonesian Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (26/11/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (tengah) saat acara International Conference on Indonesian Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (26/11/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengomentari kasus bullying atau perundungan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Menurutnya, ponpes hanya dijadikan sebagai objek dalam kasus perundungan.

Terbaru, salah satu santri yang di bawah umur membakar gedung asrama putra Dayah (Pesantren) Babul Maghfirah —pimpinan Tgk. Masrul Aidi— di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, karena sering mengalami bullying dari beberapa temannya.

"Sebetulnya kalau bullying itu ya aslinya bukan dari pondok pesantren, cuma pondok pesantrennya kadang-kadang jadi objek," kata Nasaruddin di acara International Conference on Indonesian Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (26/11).

"Tapi sehebat apa pun pesantren jadi target dan jadi objek tetapi masyarakat juga akan menilai. Sekarang buktinya bahwa walaupun begitu, pondok pesantren sekarang ini peminatnya semakin bertambah," tambahnya.

Nasaruddin menyampaikan, pendidikan umum saat ini banyak yang krisis murid atau sepi peminat. Kata dia, masyarakat malah lebih memilih ke sekolah madrasah atau ponpes.

"Dan sebaliknya juga pendidikan umum sekarang ini banyak yang gulung, banyak yang krisis murid. Mereka itu lari ke madrasah, lari ke pondok. Itu kan urusannya masyarakat ya kan. Karena itu masyarakat itu menilai anak saya nanti di masa depan seperti apa," tutur Nasaruddin.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, berdasarkan data, jumlah siswa di madrasah terus meningkat. Namun ia tidak merinci data tersebut.

"Jadi kami punya data di Kementerian Agama bahwa peminat untuk masuk di madrasah itu semakin meningkat dari tahun ke tahun," ucapnya.

"Berarti masyarakat ini kan punya choice-nya sendiri kan. Kenapa mereka masuk ke madrasah, kenapa mereka masuk ke pondok pesantren, walau pun ada isu macam-macam ya. Mereka kan sangat objektif juga melihat," lanjutnya.