Menag: Saya Bertanggung Jawab, Apa pun Penilaian Tentang Haji Tahun Ini

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan sambutan jelang wukuf di Arafah, Arab Saudi. Foto: Youtube/Kemenag RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan sambutan jelang wukuf di Arafah, Arab Saudi. Foto: Youtube/Kemenag RI

Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memang penuh dengan tantangan. Mulai keberangkatan dari Indonesia hingga pergerakan jemaah haji ke Arafah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, PPIH sudah bekerja maksimal dalam melayani jemaah haji. Berbagai kendala sudah ditangani dengan baik, meski masih dirasakan kekurangannya.

"Saya Menteri Agama dan selaku Amirul Hajj siap bertanggung jawab apa pun penilaian masyarakat terhadap pelaksanaan haji. Kami siap bertanggung jawab," kata Nasaruddin di Arafah, Arab Saudi, Kamis (5/6).

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) berfoto dengan jamaah calon haji Indonesia di dalam bus saat perjalanan untuk menunaikan wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (4/6/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Nasaruddin memastikan, semua panitia sudah bekerja keras dalam mencari solusi dan memitigasi segala permasalahan yang ada. Bagi dia, tidak ada yang boleh disalahkan dalam kondisi ini.

"Tidak bisa salahkan siapa-siapa. Ini pemimpin tak boleh salahkan tapi gimana selesaikan tanpa harus cari kambing hitam," tutur dia.

"Teori manajemen prajurit tidak pernah salah, yang salah jenderalnya," ujar dia.

Menag Nasaruddin Umar meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia Makkah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menegaskan, masalah yang muncul saat ini memang krusial. Tapi, dia percaya ada dukungan Tuhan sehingga para pelayan tamu Allah ini bisa mendapat berbagai solusi meski dalam kondisi yang sangat genting.

"Kami sudah lakukan maksimal tidak mudah, masalah yang krusial. Ada tangan-tangan Tuhan ikut mendampingi kami. Tanpa Yang Maha Berkuasa, itu mungkin kita lebih banyak masalah," ucap dia.