Menag Sebut Banyak Nonmuslim Ikut Berbagi Hewan Kurban di Istiqlal
·waktu baca 2 menit

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal juga menerima banyak hewan kurban dari masyarakat non-Muslim pada Iduladha 1447 Hijriah.
Menurut Nasaruddin, partisipasi lintas agama itu menjadi bukti bahwa semangat Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah umat Islam, tetapi juga sebagai momentum berbagi untuk membantu sesama.
“Banyak sekali teman-teman kita yang dari non-muslim juga menyerahkan hewan kurbannya,” kata Nasaruddin kepada wartawan usai Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5).
Ia mengatakan sebagian hewan yang diterima Istiqlal bahkan berasal dari masyarakat umum yang tidak bertujuan sebagai ibadah kurban, melainkan bantuan sosial agar lebih banyak warga dapat menikmati daging pada Hari Raya Idul Adha.
“Bahkan separuh di antara hewan kurban yang kita sembelih, yang jumlahnya sekitar 60-an itu, berasal dari kawan-kawan kita dari masyarakat umum,” ujarnya.
“Saudara-saudara kita yang non-muslim juga sadar betul bahwa begitu banyak masyarakat yang membutuhkan daging hewan kurban,” lanjutnya.
Selain dari individu lintas agama, Istiqlal juga menerima bantuan hewan dari berbagai institusi. Nasaruddin menyebut Gereja Katedral Jakarta menjadi salah satu pihak yang turut menyumbangkan sapi kurban.
“Ada juga tetangga kita Katedral, juga menyumbangkan sapinya besar juga,” ujarnya.
Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak dimaksudkan sebagai ibadah kurban dalam pengertian fikih Islam, melainkan bentuk solidaritas sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk melakukan bantuan sosial berupa daging hewan, memang yang paling baik dalam agama Islam itu adalah hari raya Idul Kurban ini. Jadi memang dianjurkan, apa pun agamanya, kalau memang bisa ikut berbagi,” ujarnya.
Secara keseluruhan, hingga hari pelaksanaan Salat Idul Adha, Masjid Istiqlal telah menerima 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan 1 ekor domba.
Daging kurban akan didistribusikan kepada masjid dan musala binaan Istiqlal, panti asuhan, pondok pesantren, perguruan tinggi Islam, serta lembaga lain yang telah bekerja sama dengan Masjid Istiqlal Jakarta.
Nasaruddin berharap semangat berbagi lintas agama itu dapat memastikan lebih banyak masyarakat merasakan kebahagiaan Idul Adha.
“Kita ingin semua masyarakat kita di Indonesia ini tersenyum pada saat Idul Adha, dapat bantuan dari mana pun juga,” ujarnya.
