Menag Sebut Saudi Beri Lampu Hijau Pakai Bandara Thaif Buat Haji
·waktu baca 2 menit

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan Pemerintah Arab Saudi telah memberikan lampu hijau bagi Indonesia untuk menggunakan Bandara Thaif untuk jemaah haji Indonesia. Bila ini terwujud, sangat berpengaruh pada masa tinggal jemaah haji.
"Tapi nanti Pak Raja, tadi ya Gus [Gus Irfan Kepala BP Haji] sudah memberikan green light bahwa insya Allah nanti ke depan [Bandara Thaif] bisa diselesaikan secara komprehensif," ujar Nasaruddin usai mendampingi Presiden Prabowo bertemu Pangeran MbS di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (3/7).
Nasaruddin mengatakan, dengan dibukanya Bandara Thaif akan dapat memangkas masa tinggal jemaah selama di Arab. Saat ini, masa tinggal jemaah haji rata-rata mencapai 40 hari, padahal puncak haji hanya sekitar 7 hari.
"Mudah-mudahan nanti dengan terbukanya Bandara Thaif bisa dipercepat ya pulang jemaah kita dari 40 hari menjadi 30 hari. Itu banyak sekali efektivitas yang bisa kita lakukan kalau kita punya bandara lain," ucapnya.
Ia menjelaskan pelaksanaan haji tahun ini sempat menghadapi berbagai tantangan, terutama pada minggu pertama akibat transisi dari satu menjadi delapan syarikah. Tapi, tim haji Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat.
"Pada akhirnya kan terakhir itu Kementerian Haji itu datang ke daker memberikan apresiasi bahwa Alhamdulillah jemaah haji Indonesia itu sudah mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam waktu cepat ya,” ucap dia.
Sementara, Kepala BP Haji Mohammad Irfan atau Gus Irfan, mengatakan, penggunaan Bandara Thaif memang perlu beberapa pertimbangan. Salah satunya karena lokasinya berada di pegunungan.
"Penggunaan Bandara Thaif tentu saja akan dipertimbangkan secara teknisnya. Karena itu ketinggiannya cukup tinggi, sekitar seribu sekian, tentu ada pertimbangannya teknisnya. Hampir dua ribu ya? Iya," ucap Gus Irfan.
