Menag: Tambahan 28 Toilet di Mina, Airnya Dingin, Ramah Lansia-Disabilitas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi persiapan di Mina.
 Foto: MCH 2023
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi persiapan di Mina. Foto: MCH 2023

Pemerintah Indonesia meminta ada tambahan toilet di setiap maktab untuk di tempat suci Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kini ada 28 toilet tambahan di setiap maktab di Mina yang siap dipakai.

"Salah satu yang paling penting toilet. Toilet per maktabnya sudah ditambah 28. Kira-kira akan memperpendek antrean jemaah dan tempat wudu juga sudah baik tinggal bagaimana panduan pemakaiannya saja kepada para jemaah nanti," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Men saat mengecek fasilitas di Mina, Makkah, Rabu (26/6).

Gus Men juga sudah melihat langsung toilet-toilet baru yang dibangun masyariq (perusahaan penyedia layanan di Masya'ir [Arafah, Muzdalifah, dan Mina] untuk jamaah haji). Jalannya juga sudah ramah disabilitas dengan jalur khusus.

"Saya lihat kamar mandi juga saya cek airnya sudah tidak panas. Tahun lalu ketika dibuka masih panas tapi ini sudah enggak lagi mungkin ada teknologi khusus dari pihak masyariq sehingga airnya tetap dingin," jelas dia.

Memang fasilitas untuk jemaah haji belum selesai dibangun, tapi progresnya sudah sampai 99%. Bagi dia, semua fasilitas untuk jemaah haji tahun ini sangat bagus.

"Saya kira ini perubahan yang sangat signifikan dari pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia dan mudah-mudahan apa yang diberikan ini semakin memperlancar, mempermudah, membuat nyaman jemaah haji kita dalam menunaikan ibadahnya terutama di Mina," ucap Gus Men.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan di Mina. Foto: MCH 2023

Jemaah haji Indonesia akan menempati 70 maktab atau kompleks pemondokan di Mina. Setiap maktab akan diisi oleh 7-8 kloter.

Jemaah haji mulai bergerak dari Makkah ke Arafah pada 8 Zulhijah atau Senin, 26 Juni. Pergerakan 229 ribu jemaah haji Indonesia membutuhkan waktu sejak pagi hingga malam hari.

Pada 9 Zulhijah, jemaah haji mulai melakukan proses puncak haji, yakni wukuf di Arafah. Wukuf dimulai saat waktu Zuhur hingga Magrib.

Kondisi persiapan di Mina. Foto: MCH 2023

Setelah itu, jemaah akan bergerak ke Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan batu. Pada tanggal 10 Zulhijah dini hari, jemaah sudah tiba di Mina.

Di sana, jemaah haji akan mabit untuk melakukan lempar jumrah ke Jamarat. Lempar jumrah dilakukan hingga 13 Zulhijah.

Setelah itu, jemaah kembali ke Makkah. Pada waktu tertentu, jemaah bisa bergerak ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf ifadah, sai, dan tahalul. Selesai sudah proses ibadah haji.