Menanti Pemprov Jabar Bangun Lagi Jembatan Pongpet yang Ambruk Usai Diresmikan

Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ambruk saat dilintasi rombongan pejabat daerah pada Minggu (30/8). Peristiwa itu terjadi tak lama setelah jembatan tersebut diresmikan.
Kini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana membangun jembatan permanen di lokasi tersebut. Pembangunan jembatan baru itu ditujukan untuk menyediakan akses yang lebih kuat dan dapat dilalui kendaraan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan Pemprov Jabar akan membangun jembatan permanen dengan konstruksi yang lebih kokoh.
"Kami segera membangun jembatan permanen sehingga bisa dilewati banyak orang, mobil, bisa angkut hasil pertanian, peternakan, perikanan, kelautan," ujar KDM, Rabu (2/9).
Pembangunan jembatan permanen tersebut direncanakan dilaksanakan pada 2027. Jembatan baru diharapkan dapat mendukung dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di Desa Margacinta dan sekitarnya.
Dedi juga mengingatkan masyarakat agar jembatan tersebut tidak digunakan untuk kegiatan balapan.
Dedi menegaskan jembatan gantung yang anjlok bukan merupakan proyek pembangunan Pemprov Jabar. Meski demikian, Pemprov Jabar memutuskan membangun jembatan baru dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
Detik-detik Jembatan Ambruk
Sebelum rencana pembangunan jembatan baru diumumkan, insiden terjadi ketika rombongan pejabat daerah melintasi Jembatan Gantung Pongpet.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menjadi salah satu orang yang berada di atas jembatan saat kejadian. Ia mengungkapkan, guncangan mulai terasa ketika rombongan berada di bagian tengah jembatan.
"Di agak tengah itu sudah mulai goyang dan terasa tidak stabil. Saya sempat tengok ke belakang dan memberi instruksi agar rombongan mundur," ujar Citra saat ditemui di ruang kerjanya, Pendopo Bupati Pangandaran, Parigi, Selasa (1/9).
Citra mengatakan, setelah dirinya meminta rombongan mundur, salah satu sling penahan jembatan patah. Kondisi itu membuat jembatan langsung miring dan menyebabkan sejumlah orang yang berada di atasnya terpental.
Saat kejadian, Citra berada di bagian tengah jembatan. Ia ikut terguncang hingga kehilangan keseimbangan.
"Posisi saya sudah setengah tengkurap. Saya pegang erat pelat besi di tengah pijakan kayu," tuturnya.
Citra kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pelat besi penopang struktur jembatan. Camat Cijulang yang berada di dekatnya menarik tangan kanan Citra hingga ia berhasil dievakuasi ke tepi jembatan dalam kondisi selamat.
Akibat kejadian tersebut, Citra mengalami pembengkakan pada bagian pergelangan tangan. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan cedera tersebut terjadi.
Melebihi Kapasitas
Jembatan itu tiba-tiba miring setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan. Jumlah tersebut disebut melebihi kapasitas yang telah ditentukan.
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, jembatan tersebut tidak ambruk atau runtuh seluruhnya. Struktur utama jembatan masih berada pada posisinya, sedangkan bagian yang bermasalah adalah tali sling yang terlepas dari pengikat utama.
Sebelum digunakan, Kodim 0625/Pangandaran disebut telah memasang papan pemberitahuan mengenai kapasitas dan aturan penggunaan jembatan. Namun, antusiasme warga membuat ketentuan tersebut luput diperhatikan.
Setelah kejadian, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran melakukan penanganan. Jembatan juga belum dibuka untuk masyarakat dan masih menjalani perbaikan serta evaluasi teknis.
Evaluasi tersebut mencakup pemeriksaan kekuatan struktur, sistem pengikat sling, dan kapasitas maksimal jembatan.
Jembatan Gantung Pongpet dibangun Kodim 0625/Pangandaran untuk membantu akses dan konektivitas warga Desa Margacinta dan sekitarnya.
