Menanti Pidato Perdana Raja Charles III di Kanada, Akankah Singgung Aneksasi?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raja Charles III mengangkat sekop setelah upacara penanaman pohon di kediaman resmi Gubernur Jenderal Kanada, Rideau Hall, Ottawa, Kanada, Senin (26/5/2025). Foto: Ben Stansall/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Raja Charles III mengangkat sekop setelah upacara penanaman pohon di kediaman resmi Gubernur Jenderal Kanada, Rideau Hall, Ottawa, Kanada, Senin (26/5/2025). Foto: Ben Stansall/AFP

Raja Charles III akan menyampaikan pidato bersejarah untuk membuka parlemen Kanada pada Selasa (27/5) waktu setempat. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan berniat memanfaatkan kunjungan pertama Raja Charles ke negara persemakmuran Inggris itu untuk menyoroti kedaulatan Kanada.

"Penghormatan bersejarah ini sesuai dengan beban zaman kita," kata Carney, sebagaimana dilaporkan AFP.

Kunjungan Raja Charles III didampingi Ratu Camilla untuk memenuhi undangan Carney.

Kunjungan Raja Charles III ke Kanada disorot karena Kanada tengah bersitegang dengan AS, khususnya setelah Presiden Donald Trump menyatakan ingin mencaplok Kanada sebagai negara bagian ke-51 dan pemberlakuan tarif dagang.

Raja Charles III tidak pernah secara terbuka mengomentari pernyataan Trump yang berkali-kali ingin menganeksasi Kanada sebagai negara bagian AS. Namun, pidatonya akan dipantau dengan ketat untuk setiap komentar terkait topik itu.

Nantinya, pidato yang disebut sebagai 'Pidato Takhta' itu akan dibacakan di Senat -- bekas stasiun kereta api yang dialihfungsikan sementara parlemen menjalani renovasi besar-besaran.

Raja Inggris Charles III berbincang dengan Kepala Nasional Majelis Bangsa-Bangsa Pertama Cindy Woodhouse saat melakukan pertemuan di kediaman resmi Gubernur Jenderal Kanada, Rideau Hall, Ottawa, Kanada, Selasa (27/5/2025). Foto: Victoria Jones /AFP

Meski pidato itu dibacakan oleh raja, namun faktanya teks pidato itu ditulis kantor perdana menteri dan akan menetapkan prioritas pemerintah untuk membangun Kanada yang kuat dan bagaimana mencapainya. Tak hanya itu, Pidato Takhta harus berisi penegasan kedaulatan Kanada.

Pidato Takhta baru dua kali disampaikan di Kanada, tepatnya pada tahun 1957 dan 1977 oleh mendiang Ratu Elizabeth II.

"Yang juga menarik adalah segala hal seputar Pidato Takhta," kata profesor politik dari Universitas Quebec, Felix Mathieu. Menurutnya, Pidato Takhta akan menjadi pesan bagi Trump untuk menunjukkan bahwa Kanada tidak sendirian.

Presiden AS Donald Trump melambaikan tangan saat berjalan menuju Helikopter Marine One di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (22/5/2025). Foto: Mandel Ngan/AFP

Sebelum berpidato di hadapan parlemen, Raja Charles III akan mengunjungi pasar petani, dihibur dengan musik adat dan penghormatan militer. Kemudian, Raja Charles III akan menggelar audiensi tertutup dengan PM Carney dan pemimpin masyarakat adat.

Raja Charles III dan PM Carney akan menuju Senat menggunakan kereta yang dikawal 28 kuda dari unit 'Musical Ride' milik Kepolisian Berkuda Kanada.

Akan ada penghormatan senjata sebanyak 21 kali dan atraksi jet tempur. Raja Charles III juga dijadwalkan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan perang.