Menanti Skenario Pengangkatan Bangkai Pesawat Lion Air JT-610

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prosesi pengangkatan turbin Lion air JT 610 ke KRI Banda Aceh. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi pengangkatan turbin Lion air JT 610 ke KRI Banda Aceh. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Operasi evakuasi tim SAR gabungan telah menemukan objek besar diduga badan pesawat Lion Air JT-610. Kemajuan di hari keenam pencarian berhasil menemukan bagian-bagian penting dari pesawat seperti roda dan turbin berhasil diangkut, menyusul temuan objek besar yang diduga badan pesawat di kedalaman 32,5 meter.

Penemuan objek diduga serpihan badan pesawat dikonfirmasi oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi.

“Sampai pukul 12.00 WIB, tim gabungan sudah banyak temuan yang besar, turbin sudah dua ditemukan, kemudian roda yang lain sudah terlihat. Ada yang sudah melihat body, meskipun saya belum ada gambarnya,” ujar Syaugi saat konpers di JICT 2 Jakarta Utara, Sabtu (4/11).

Penemuan badan pesawat semakin diyakinkan dengan pernyataan Pangkoarmada 1 Laksamana Muda Yudho Margorno yang hari itu memantau langsung proses pencarian di atas KRI Rigel. Yudho menjelaskan bahwa tim penyelam TNI AL dari satuan Kopaska dan Taifib melihat badan pesawat dalam kondisi tidak utuh. "Namun dalam bentuk telah hancur dan tersebar dalam radius 50 meter,” ucapnya.

Namun, tim SAR gabungan harus berhati-hati jika ingin tetap melakukan pengangkatan badan pesawat mengingat kondisinya yang telah hancur. “Jadi takutnya ketika diangkat malah rontok, tapi jika tetap ingin dilakukan pengangkatan kita pun siap,” tambah Yudho.

Belum lagi situasi perairan Utara Tanjung Pakis Karawang menjadi masalah lain. Tim SAR gabungan selama ini terkendala arus deras serta lumpur yang ada di dasar laut lokasi ditemukannya diduga badan pesawat Lion Air.

"Ketebalan lumpur sekitar setengah hingga satu meter, itu menyulitkan tim penyelam saat mencari objek di bawah (air). Besok kami akan lebih teliti dalam pencarian," ujar Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Nugroho Budi Wiryanto di Jakarta.

Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi (tengah) di JICT 2 (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi (tengah) di JICT 2 (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

Sumber penuh telah dikerahkan selama hampir sepekan. Sebanyak 159 penyelam dari berbagai lembaga bergantian menyelam menyisir perairan. Kapal-kapal besar disiagakan, termasuk kapal crane diyakini dapat mengangkat badan pesawat Lion Air dari dasar perairan Tanjung Karawang. Crane milik Pertamina yang sejak beberapa hari lalu sudah terlibat dalam proses evakuasi dua bagian pesawat yaitu roda dan turbin.

Sumber daya yang cukup tetap mengharuskan tim SAR gabungan melakukan perhitungan. Hari ini tim penyelam akan kembali diturunkan fokus pada pencarian pada daerah yang karena masih banyak puing dan jenazah korban yang belum terangkat.

“Kan kita evaluasi dulu, beratnya berapa, luasnya berapa, butuh kekuatan crane berapa kira-kira, crane yang disitu kan baru 1,5 ton. Kalo lebih dari itu, kan ndak mampu,” tambah Nugroho.

Pasukan Denjaka TNI AL kembali mencari black box dan pesawat Lion Air di Perairan Karawang, Jawa Barat (1/11).  (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Denjaka TNI AL kembali mencari black box dan pesawat Lion Air di Perairan Karawang, Jawa Barat (1/11). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Hingga Sabtu atau hari keenam proses pencarian dan evakuasi, tim SAR gabungan sudah mengumpulkan sebanyak 104 kantong jenazah.

Sudah ada tujuh jenazah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 yang teridentifikas yakni atas nama Jannatun Cintya Dewi, Candra Kirana, Monni, Hizkia Jorry Saroinsong, Endang Nur Sribagusnita, Wahyu Susilo, dan Fauzan Azima.

Pesawat Lion Air JT 610 mengalami kecelakaan dan Jatuh di perairan Tanjungpakis Kabupaten Karawang, pada Senin (29/10), setelah sebelumnya hilang kontak sejak pukul 06:33 WIB. Pesawat tersebut membawa 180 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua pilot dan enam awak pesawat.