Mencari Jalan Tengah dari Seteru Ojol Vs Opang di Pasir Impun, Bandung
·waktu baca 2 menit

Kericuhan antara para driver ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) terjadi di kawasan Pasir Impun, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/9) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri mengatakan, perseteruan di antara kedua pihak bermula saat ada seorang driver ojol yang mengangkut penumpang dari arah Cikadut, lewat ke kawasan Pasir Impun, dan diberhentikan oleh opang setempat.
“(Ojol) disetop oleh opang Pasir Impun,” kata Yusuf saat ditemui di kantor Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Senin (9/9).
Penumpang sempat ditarik oleh opang hingga terjungkal. Penumpang yang panik itu refleks memukul opang.
“[Penumpang] sempat ditarik, kemudian si pengemudi ojol panik ngegas (menarik handle gas motor), penumpangnya jatuh sendiri. Kemudian si penumpangnya panik juga, sehingga terjadi pemukulan terhadap ojek opang,” katanya.
Driver ojol berdatangan
Menurut Yusuf, para driver ojol langsung berdatangan ke lokasi karena video pengadangan itu viral di media sosial. Namun, video itu disebar dengan narasi yang salah.
“Waktu kejadian ketika pihak ojol dan penumpang itu duduk di pinggir jalan, nah dibilanglah di caption itu si ojol dipukulin opang, padahal enggak. Itu adalah oknum yang memviralkan di media sosial,” kata Adis, salah satu warga saat ditemui di pangkalan ojek Pasir Impun, Senin (9/9).
Ditaksir jumlah ojol mencapai 1.000 orang. Ketegangan sempat terjadi di antara dua pihak. Polisi terpaksa turun tangan mendamaikan kedua pihak dan membuat perjanjian kerja sama atau mediasi.
“Korwil dari pihak ojol Bandung Timur datanglah ke sini mediasi. Kalau dikatakan damai, damai lah, sudah beres,” kata Adis.
Mediasi tertulis antara 2 pihak
Yusuf mengatakan mediasi di antara pihak ojol dan opang Pasir Impun dilakukan pada Sabtu, 7 September 2024. Mediasi dilakukan secara tertulis, dan ditandatangani oleh perwakilan kedua pihak.
“Dalam hal ini ketua ojol atas nama Ian Restu dan dari ketua opang atas nama Deni,” ungkap Yusuf.
Yusuf juga menyampaikan ada 3 poin dari mediasi tersebut, yakni:
Kedua belah pihak, apabila ada ojek online, masuk atau melintas ke Pasir Impun tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.
Kedua belah pihak sepakat menjaga kondusivitas Kota Bandung.
Ketika ojek online masuk atau melintas ke [kawasan] Opang Pasir Impun, agar menjaga etika dan tata krama.
