Mencari Pelaku Klitih yang Diduga Tewaskan Pemuda di Yogya
ยทwaktu baca 3 menit

Seorang pemuda berinisial AA (18 tahun) tewas setelah diduga jadi korban klitih atau kejahatan jalanan di sekitar Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Minggu (17/5) dini hari.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan korban langsung dilarikan ke RS Panti Rapih Yogyakarta sesaat setelah kejadian. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Kini, jasad pemuda itu sudah dibawa ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk diautopsi.
"Tadi untuk korban sudah dilarikan ke Panti Rapih. Karena dinyatakan meninggal dunia, ini lagi kita geser ke Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," kata Adrian saat dihubungi.
Adrian mengatakan, penasihat hukum korban saat ini juga tengah membuat laporan resmi ke kepolisian.
Meski begitu, Adrian juga masih belum bisa menyimpulkan kasus kematian korban. Saat ini polisi tengah menelusuri kronologi kejadian.
"Saya belum bisa nyimpulkan. (Kemungkinan) street crime lah," ujar Adrian.
Menurut Adrian, saat kejadian, korban tak sendiri. Dia sedang berboncengan dengan seorang temannya, yang bertindak sebagai pengemudi motor.
"Kronologis kejadian kita belum bisa pastikan bagaimana. Korban itu berdua sama kawannya, yang yang sebagai joki (menyetir motor). Nah, ini lagi kita ajak muter untuk cek TKP dan masih ada perubahan, artinya keterangan si saksi ini belum konsisten. Makanya kita belum berani mengungkapkan kronologisnya," ucap Adrian.
Dari informasi yang beredar, korban mengalami luka tusuk. Soal ini, Adrian masih menunggu keterangan dari hasil pemeriksaan medis.
"Nunggu medis ya, yang berkompeten menjelaskan," pungkasnya.
Polisi Sisir CCTV
Polisi masih mengusut kasus tewasnya seorang pemuda berinisial AA (18 tahun) yang diduga menjadi korban klitih atau kejahatan jalanan di Kota Yogyakarta. CCTV di sekitar lokasi kejadian kini tengah disisir polisi.
"Lagi kita sisir CCTV, itu kejadian dari Jalan Magelang," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian melalui sambungan telepon, Minggu (17/5).
Dari keterangan yang didapat polisi, korban saat itu tengah melaju dari Jalan Magelang ke jalan sekitar Borobudur Plaza lalu menuju ke wilayah Pingit. Kemudian, mereka bergerak menuju Jalan Margo Utomo dan ke arah Kridosono. Keterangan ini, menurut Adrian, masih perlu didalami.
"Makanya ini kan masih kita sinkronkan keterangan saksi dan CCTV, karena mungkin kan mereka si ini nih (saksi) kan mungkin kelelahan, atau kecapekan, atau ketakutan kan untuk memberi keterangan," jelas dia.
Korban Dikejar Pelaku
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, mengatakan korban dan temannya sempat dikejar oleh pelaku yang juga berboncengan menggunakan sepeda motor dari Jalan Magelang.
"Saat sampai di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta korban turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam," kata Dani.
Polisi belum merinci jenis senjata tajam yang digunakan pelaku. Teman korban kemudian berusaha membawa korban ke rumah sakit.
"Pada saat saksi dan korban sampai di Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru, Yogyakarta, korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit menggunakan ambulans milik gereja," tuturnya.
