Mencari Tahu Penyebab 2 Perempuan Jambak-jambakan di Commuter Line

Video jambak-jambakan dua perempuan di gerbong commuter line yang terjadi April lalu ramai diperbincangkan. Banyak yang bertanya-tanya mengapa dua perempuan itu bisa terlibat perkelahian saling jambak.
Baca: Penampilan Firza Husein Berkacamata Hitam di Polda Metro
Dugaan-dugaan muncul, ada yang menyebut karena rebutan kursi, ada juga yang menyebut soal lain karena urusan pribadi.
Soal rebutan kursi di gerbong wanita menjadi yang paling banyak disangka publik. Bukan apa-apa, selama ini gerbong khusus wanita memang dikenal bak 'kandang Harimau'.
Sejak dahulu banyak yang melaporkan kalau perebutan kursi di gerbong khusus wanita itu sungguh kejam. Dahulu bahkan pernah ada ibu hamil yang tidak diberi duduk seorang penumpang lainnya, alhasil cerita itu viral hingga akhirnya si penumpang meminta maaf atas perbuatannya.
Sekian kisah terjadi di gerbong khusus wanita, dan yang fenomenal ya video jambak-jambakan itu. Kembali soal menebak penyebab dua perempuan itu berkelahi, Jubir PT Kereta Commuter Line Jakarta (KCJ) Eva Chairunnisa memberi pendapat.
Dalam perbincangan dengan kumparan (kumparan.com), Selasa (16/5), Eva menyampaikan kalau gerbong khusus wanita tidak seseram yang orang kira. Jadi terlalu prematur juga kalau menebak perkelahian dua perempuan itu karena rebutan kursi.
"Karena selama ini saya naik di gerbong perempuan, banyak juga yang toleransinya sangat tinggi," kata Eva yang tinggal di Depok ini.
Eva sendiri tidak tahu soal insiden jambak-jambakan itu. Menurut dia, dua perempuan itu turun di Stasiun Buaran dan tidak ada laporan ke petugas mengenai insiden perkelahian tersebut.
"[Memang kadang ada yang jutek-jutekan di gerbong wanita. Tapi banyak juga yang toleransinya tinggi. Mereka membantu mencarikan kursi buat ibu hamil atau yang bawa anak dengan saling menanyakan ke penumpang lain," tutup dia.
