Mencermati Pergerakan Rupiah Usai Vonis Ahok

Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif terhadap rupiah dan cenderung melemah. Kemarin, dolar AS menguat tajam dan membuat rupiah tersungkur. Hal tersebut bersamaan dengan jatuhnya vonis 2 tahun penjara kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait kasus penistaan agama.
Mengutip data perdagangan Reuters, Rabu (10/5), dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.345. Mata uang Paman Sam tersebut langsung naik dan mencapai posisi tertingginya di Rp 13.355.
Setelah itu, dolar AS turun dan kembali ke posisi pembukaan di Rp 13.345. Hingga pukul 10.18 WIB, dolar AS bertengger di posisi Rp 13.348.
Secara year to date (ytd) atau dari awal tahun hingga hari ini, dolar AS masih melemah terhadap rupiah sebesar 0,93 persen.
Baca Juga: Bersamaan dengan Vonis Ahok, IHSG Lengser dan Rupiah Merosot

Binaartha Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, pasca pemilihan umum Prancis, kondisi dari pasar uang global khususnya pada soft currency cenderung melemah dengan adanya aksi ambil untung setelah pelaku pasar melihat ekspektasi yang telah sesuai harapan.
Di sisi lain, pelaku pasar juga terlihat menahan diri seiring menantikan arah kebijakan dari pemerintahan yang baru. Sementara itu, dari dalam negeri masih cenderung negatif di mana pelaku pasar tampak bersikap negatif pasca dikeluarkannya vonis bersalah kepada Ahok.
Meski kami melihat kondisi tersebut lebih kepada sentimen sesaat yang kebetulan datang bersamaan dengan terapresiasinya laju USD, namun secara tidak langsung berimbas pada kembali melemahnya laju rupiah.
Sebelumnya kami sampaikan, mulai adanya pembalikan arah pada rupiah memberikan harapan akan adanya penguatan lanjutan. Diharapkan sentimen yang ada, terutama dari penguatan laju euro (EUR) terhadap USD dapat kembali berlanjut serta masih adanya sikap positif pelaku pasar terhadap rilis membaiknya data-data makroekonomi sehingga dapat berimbas positif pada penguatan lanjutan rupiah.

Tetap cermati berbagai sentimen yang dapat berimbas pada pelemahan lanjutan rupiah. Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp 13.337 dan resisten Rp 13.294.
Harapan akan kembali naiknya laju rupiah kembali sirna di mana pelaku pasar lebih memilih meningkatkan permintaan akan USD. Minimnya sentimen positif pada pasar uang turut membuat laju rupiah kembali melemah.
Tetap cermati berbagai sentimen yang dapat berimbas pada pelemahan lanjutan rupiah. Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp 13.380 dan resisten Rp 13.306.
