Mendagri: Banjir Bandang Solok Masuk Tahap Pembersihan, PU Siapkan Perbaikan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian dan Kemendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. usai Rapat Koordinasi terkait Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pembangunan Infrastruktur Pascabencana Alam, di Kantor Kemendagri, Rabu (23/9/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian dan Kemendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. usai Rapat Koordinasi terkait Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pembangunan Infrastruktur Pascabencana Alam, di Kantor Kemendagri, Rabu (23/9/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terus dilakukan pemerintah. TNI, Polri, BNPB, hingga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah bergerak menangani dampak bencana tersebut.

Tito telah berkoordinasi dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Kepala BNPB Suharyanto, hingga Menteri PU Dody Hanggodo sejak hari pertama bencana.

"Solok sudah turun semua. TNI, Polri, BNPB, Menteri PU, saya langsung koordinasi sejak hari pertama dengan Pak Gubernur, Pak Mahyeldi. Kemudian juga dengan BNPB dan Pak Suharyanto. Kemudian dengan Pak Menteri PU, Pak Dody Hanggodo. Semua sudah bergerak," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

Menurut Tito, akses jalan yang sebelumnya sempat terputus akibat banjir bandang kini sudah kembali dibuka. Jalan yang menghubungkan Kabupaten Solok dengan Kota Padang disebut telah kembali normal.

"Dan tadinya kan jalan sempat terputus antara Kabupaten Solok dan Kota Padang, tapi saya dapat laporan dari informasi ya, dari lapangan, termasuk dari Menteri PU, sudah dibuka kembali normal," ujarnya.

Saat ini, penanganan memasuki tahap pembersihan. Setelah tahap tersebut selesai, Tito mengatakan Kementerian PU telah menyiapkan rencana perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana.

"Sekarang tahap pembersihan. Pembersihan dan setelah itu Pak Menteri PU sudah menyiapkan rencana untuk perbaikan infrastrukturnya," kata Tito.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Arosuka, Solok, Sumatera Barat, Rabu (23/9/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Pemerintah Siapkan Rehab dan Rekonstruksi

Tito menyebut penanganan bencana di wilayah Sumatera tidak berhenti pada respons darurat. Pemerintah juga tengah menjalankan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi atau rehab-rekon terhadap wilayah yang terdampak bencana.

"Ini adalah salah satu tantangan kita. Karena ini bencana yang di Sumatra ini bukan sekali kemudian selesai, ya. Terus diperbaiki. Tapi kita lagi sedang dalam tahap rehab recon," ujarnya.

Dia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan tahap rehab-rekon tersebut. Menurut Tito, Menteri Keuangan juga telah mencairkan anggaran kepada 25 kementerian/lembaga dengan total sekitar Rp38 triliun.

"Saya informasikan dalam tahap rehab recon ini, Pak Presiden sudah mengalokasikan dan sudah Menteri Keuangan sudah mencairkan ke 25 kementerian/lembaga sebanyak lebih kurang 38 triliun, paling besar di Kementerian PU," kata Tito.

Selain jalan dan jembatan, perbaikan juga mencakup sejumlah fasilitas publik serta infrastruktur pengendali sungai. Tito mencontohkan pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak bencana di kemudian hari.

"Tadi juga dengan Dikdasmen kita press release untuk memperbaiki 4.922 sekolah. Kemudian yang untuk Kementerian PU ini selain jalan, jembatan, bangunan, juga sungai-sungai," ujarnya.

"Termasuk dam, ini buat sabo dam gitu ya. Saya sudah melihat langsung di Tapanuli Tengah dibangun sabo dam," lanjut Tito.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Arosuka, Solok, Sumatera Barat, Rabu (23/9/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Tito Ingatkan Potensi Bencana Susulan

Tito juga mengingatkan potensi bencana susulan masih perlu diantisipasi karena sejumlah wilayah di Sumatera masih mengalami hujan. Kondisi tersebut berbeda dengan wilayah seperti Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau yang disebut mengalami kekeringan.

"Jadi ini agak kontras dengan situasi Jambi, Sumsel, Riau yang terjadi kekeringan air. Di bagian barat Sumatra khususnya bagian utara, di Aceh, di pegunungan misalnya di Gayo itu hujan lebat masih," katanya.

Dia menyebut sejumlah wilayah lain juga mengalami bencana serupa, seperti Aceh Tenggara, Medan, dan Padang. Tito mengatakan pemerintah terus melakukan penanganan terhadap berbagai bencana tersebut.

"Kemudian juga di Aceh Tenggara kemarin banjir bandang juga minggu lalu. Ya, sudah kita tangani juga bersama-sama. Kemudian sekarang di Kota Medan juga sempat banjir sedikit," ujarnya.

"Kemudian di Kota Padang juga berapa 2 atau 3 bulan lalu juga banjir lagi. Dan sekarang kita lihat banjir bandang di Kabupaten Solok," tandas dia.