Mendagri: Jangan Hanya Bagikan, tapi Beri Contoh Pakai Masker yang Baik

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat launching Gerakan 26 Juta Masker se-Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Malang. Foto: Dok. Kemendagri
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat launching Gerakan 26 Juta Masker se-Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Malang. Foto: Dok. Kemendagri

Mendagri Tito Karnavian meminta semua pihak yang terlibat dalam Gerakan 26 Juta Masker se-Jawa Timur turut mensosialisasikan cara memakai masker yang benar ke masyarakat. Tito tidak ingin mereka hanya membagikan masker, namun tidak mempraktikkan cara memakai masker yang benar.

"Gimana untuk memberikan sosialisasi pada mereka, sehingga yang memberikan ini tidak hanya memberikan tapi memberikan sambil dia memberikan contoh juga menggunakan masker yang baik," kata Tito di Malang, Jatim, Jumat (7/8).

Tito yakin dengan sosialisasi yang baik, masyarakat bisa disiplin memakai masker untuk mencegah penyebaran COVID-19. Dia pun berharap tingkat kedisiplinan penerapan protokol kesehatan di Jatim dapat meningkat.

"Masyarakat kita bisa berubah, menerima masker adalah sebagian dari kebutuhan sambil menunggu vaksin. Insyaallah sukses akhir tahun ini pada uji klinis tahap yang ketiga, mudah-mudahan sukses," ujarnya.

Siswi kelas VII SMPN 1 Kota Jambi mengenakan masker dan pelindung wajah sebelum memasuki kelas pada hari pertama sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021 di Jambi. Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO

Sebagaimana arahan Jokowi, kampanye ini juga melibatkan PKK dan seluruh lapisan masyarakat. Tito berharap semua pihak dapat diberdayakan agar kampanye ini bisa berhasil secara keseluruhan.

"Itu juga untuk membawa nama PKK. Di saat inilah momentum untuk eksistensi PKK. Ketika masyarakat memanggil, negara memanggil," tuturnya.

"Dan kita sebagai umat beragama, kita sangat percaya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dengan ikhlas membantu masyarakat insyaallah akan mendapatkan pahala yang banyak dari Allah SWT," lanjutnya.

Tito cukup menyoroti ketidakdisiplinan masyarakat memakai masker di Jatim. Sehingga dia meminta seluruh pihak ikut mengikuti protokol kesehatan dengan baik.

"Kemudian tingkat I pemerintahan harus all out, dan kemudian daerah harus menginjak gasnya pol semua, baru itu masyarakat Jatim bisa terkendali. Kalau tidak, tidak bisa. Nah persoalannya melihat ini Jatim provinsi ke-16 selama sebulan yang saya jalan, saya melihat banyak yang tidak pakai masker," tandasnya.

embed from external kumparan