Mendagri Lepas 125 Truk Sukseskan Program Gentengisasi Presiden Prabowo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri PKP Maruarar Sirait melepas 125 truk pengangkut genteng Program Gentengisasi di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).  Foto: Dok. Kemendagri
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri PKP Maruarar Sirait melepas 125 truk pengangkut genteng Program Gentengisasi di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 125 truk pengangkut 500 ribu keping genteng untuk mendukung Program Gentengisasi yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pelepasan itu ditandai dengan pemecahan kendi dan pengangkatan bendera Merah Putih di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Jumat (2/10/2026).

Mendagri mengatakan, program tersebut bertujuan mendorong penggunaan genteng pada rumah masyarakat sekaligus menggerakkan industri genteng dalam negeri. Berdasarkan data yang dikantonginya, baru sekitar 57 persen rumah di Indonesia yang menggunakan genteng, sementara lainnya menggunakan material seperti seng dan asbes.

“Jadi gini, saya dengan Pak Ara Sirait datang ke sini, ini atas perintah Presiden Bapak Prabowo untuk gentengisasi,” ujar Mendagri.

Menurut Mendagri, genteng memiliki keunggulan dari sisi kenyamanan karena mampu menahan panas dan tidak menimbulkan suara bising ketika hujan. Hal ini juga sejalan dengan gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang kerap disampaikan Presiden Prabowo. Selain itu, penggunaan genteng tanah liat juga dinilai menjadi bagian dari karakter arsitektur Indonesia yang telah berkembang sejak lama.

“Bapak Presiden ingin agar rumah ini bagusnya dikasih genteng. Tahu enggak kenapa? Satu, adem. Bener nih, adem. Karena genteng tahan panas, tengah-tengahnya ada aliran udara dibanding seng,” katanya.

Mendagri menambahkan, program gentengisasi juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap produk genteng, khususnya dari daerah-daerah sentra produksi. Ia menyebut Jawa Barat sebagai salah satu sentra terbesar, dengan sekitar 87 persen rumah telah menggunakan genteng.

Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri PKP Maruarar Sirait melepas 125 truk pengangkut genteng Program Gentengisasi di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). Foto: Dok. Kemendagri

“Jadi, khusus Jawa Barat, banjirin Jawa Barat yang masih 13 persen belum menggunakan genteng. Banjirin lagi daerah-daerah sekitarnya, di Sumatera dan lain. Banjirin dari Purwakarta, nyebrang kirim genteng ke sana,” ungkapnya.

Ia menilai peningkatan permintaan tersebut akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, mulai dari produsen dan penjual genteng hingga sektor transportasi. Terlebih, Menteri PKP telah mendorong para pengembang agar menggunakan genteng tanah liat pada rumah subsidi, rumah bantuan, dan program bedah rumah.

Mendagri berharap Program Gentengisasi dapat menggerakkan sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah, termasuk Purwakarta, Majalengka, Kebumen, dan Yogyakarta.

“Terima kasih kepada Bapak Ara Sirait yang sudah 'memaksa-maksa' developer untuk beli genteng. Dan terima kasih kepada Pak Prabowo yang punya ide dan perintahkan kita semua untuk membuat program ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 125 truk tersebut mengangkut genteng yang telah terstandardisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) ke sejumlah daerah di Provinsi Jabar. Rencananya, genteng yang juga diproduksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, tersebut bakal difungsikan untuk mendukung program BSPS di Jabar.

Turut hadir pada acara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Kepala BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Bupati Majalengka Eman Suherman, serta pejabat terkait lainnya.