Mendagri Paparkan Data Kemiskinan Papua di Rapat DPR: 4 Provinsi Membaik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raker Komisi II DPR bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian di DPR, Senin (13/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Raker Komisi II DPR bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian di DPR, Senin (13/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan tingkat kemiskinan di seluruh provinsi di Papua dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, Senin (13/4).

Sejumlah provinsi menunjukkan tren membaik, namun persentase kemiskinan di Papua secara keseluruhan masih jauh di atas angka nasional sebesar 8,25 persen.

"Tingkat kemiskinan di seluruh Papua itu di atas nasional. Ini bukan bagus — karena makin besar angkanya, menunjukkan bahwa persentase masyarakat yang miskin semakin besar," ucap Tito.

Papua Pegunungan Catat Penurunan Terbesar

Tito menyebut, Papua Pegunungan mencatat penurunan paling signifikan. Tingkat kemiskinan di provinsi tersebut turun dari 32,97 persen pada 2024 menjadi 27,21 persen pada 2025.

"Ini membaik. Ada masyarakat yang berkurang kemiskinannya," ujar Tito.

Papua Barat mencatat penurunan yang cukup berarti dari 21,66 persen menjadi 19,58 persen. Begitu pula Papua Barat Daya yang turun ke angka 17,5 persen.

"Papua Barat Daya juga cenderung menurun, yaitu 17,5 persen dari masyarakat yang ada masuk kelompok miskin," tambahnya.

Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Peran KEPP Otsus Papua dalam Penguatan Sinkronisasi dan Pengawasan Program Pembangunan. Foto: Dok. Kemendagri

Papua Tengah Stagnan, Papua Selatan Justru Naik

Berbeda dengan provinsi lainnya, Papua Tengah hanya mencatat penurunan tipis — dari 29,76 persen menjadi 29,45 persen.

"Hampir sepertiga masyarakat Papua Tengah masuk kelompok miskin," tutur Tito.

Yang lebih mengkhawatirkan, Papua Selatan mencatat kenaikan. Tingkat kemiskinan di provinsi tersebut naik dari 17,44 persen menjadi 19,26 persen sepanjang 2024–2025.

"Di Papua Selatan ada kecenderungan menaik — malah warga yang miskin bertambah. Naik sekitar 2 persen selama 2024–2025," ucap Tito.

Papua Selatan Jadi Perhatian Utama

Tito menegaskan, kondisi kemiskinan di Papua harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan DPR, khususnya tren yang masih mengkhawatirkan di Papua Selatan.

"Yang tren bagus ada di Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya — ketiganya menurun. Papua Tengah relatif landai. Tapi yang cenderung menaik di Papua Selatan — ini yang perlu jadi perhatian," tandasnya.