Mendagri Tito Akan Kerahkan Alat Berat untuk Keruk Sungai di Padang Usai Banjir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Tito Karnavian bersama Ditjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi saat Rakornas Dukcapil di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Ditjen Dukcapil Kemendagri
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Tito Karnavian bersama Ditjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi saat Rakornas Dukcapil di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Ditjen Dukcapil Kemendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan pemerintah pusat akan membantu pengerukan sungai di Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai bagian dari penanganan pascabanjir yang terjadi pada 3 Agustus 2026.

Menurut dia, alat berat telah diturunkan untuk mengeruk sedimentasi di sejumlah titik rawan banjir.

Pernyataan itu disampaikan Tito saat merespons mengenai penanganan banjir di Padang dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Tito mengatakan, pemerintah daerah telah menyampaikan kebutuhan bantuan kepada pemerintah pusat. Selain perbaikan saluran PDAM, terdapat pekerjaan yang tidak dapat ditangani sendiri oleh pemerintah daerah, yakni pengerukan sungai di tengah Kota Padang.

“Nah di samping saluran PDAM yang mereka minta bantuan, ada satu yang mereka enggak bisa kerjakan. Itu betul-betul membutuhkan pemerintah pusat, yaitu pengerukan sungai di tengah Kota Padang karena terdapat beberapa lokasi sedimennya tinggi,” ujar Tito.

Dia menjelaskan, kondisi sedimentasi yang tinggi menyebabkan aliran sungai meluap saat hujan deras sehingga air melimpah ke kawasan sekitar.

“Kemarin hujan itu tertahan sedimen karena sudah tinggi, tumpah dia ke kanan kiri,” jelas Tito.

Tito mengaku telah menghubungi kepala balai terkait untuk memastikan penanganan di lapangan. Berdasarkan laporan yang diterima dia, proses pengerukan sedimen telah dimulai.

“Kepala balainya bilang, ‘Kami sudah kerja dari kemarin, Pak. Ini sedimen kita akan segera dikeruk.’ Alat berat sudah diturunkan untuk mengeruk sedimen-sedimen di titik-titik yang, terutama kalau hujan, bisa banjir. Kira-kira seperti itu,” ujar Tito.