Mendikdasmen Evaluasi Menyeluruh SPMB, Data Masalah Dikumpulkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (16/7). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (16/7). Foto: Abid Raihan/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyebut gelaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 masih dalam proses evaluasi. Belum diputuskan akan dilanjutkan atau tidak.

SPMB kini terdiri dari 3 jalur yakni afirmasi, domisili, dan prestasi. Namun masalah masih muncul misalnya soal jual beli kursi hingga mengakali sistem.

“SPMB ini kan baru saja selesai, MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) juga baru saja dimulai. Jadi nanti kami akan melakukan evaluasi secara keseluruhan SPMB secara nasional,” ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (15/7).

“Ini kami sedang himpun datanya. Dan mudah-mudahan nanti setelah itu kami juga akan menyampaikan evaluasi itu kepada pihak-pihak terkait. Terutama yang memang berkaitan dengan beberapa permasalahan yang sempat mengemuka di media,” tambah dia.

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di sejumlah daerah. Foto: Dok. Kemendikdasmen

Katanya, hasil evaluasi nantinya akan digunakan sebagai pembelajaran untuk SPMB di tahun-tahun yang akan datang. Mu’ti mengeklaim, sejauh ini SPMB 2025 berjalan dengan baik.

“Secara keseluruhan SPMB ini dinilai baik oleh masyarakat dan lebih lancar. Bahwa ada masalah itu wajar,” ucap dia.

“Malah ketika saya ke Aceh ada yang mengasih istilah yang menarik. Ini kan seperti pengantin baru Pak Menteri. Jadi kalau masih adaptasi ya biasa aja. Kata di Aceh ya, kata teman-teman di Aceh begitu,” tambah dia.

Terkait dengan keluhan-keluhan orang tua murid terhadap SPMB 2025 lalu, Mu’ti mengimbau agar dilaporkan ke Kemendikdasmen.

“Ya itu nanti kalau memang ada buktinya silakan disampaikan,” ucapnya.

“Jadi jangan hanya ada ya, karena itu kan opini ya. Karena itu opini harus didukung dengan data dan juga fakta. Selama ada datanya, ada faktanya, kami akan himpun semua sebagai satu kesatuan untuk mengevaluasi SPMB tahun 2025 ini,” pungkasnya.

Ragam Kecurangan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian memberikan beberapa catatan terhadap seleksi penerimaan siswa baru. Menurutnya, bentuk baru seleksi siswa se-Indonesia itu masih ditemukan banyak pelanggaran.

Lalu mengatakan, ada laporkan pengkondisian nilai rapor untuk jalur prestasi. Menurutnya, dari nilai empat mata pelajaran yang dilihat saat seleksi, banyak calon siswa yang nilainya sempurna selama 5 semester. Ia menemukan pelanggaran ini di NTB dan beberapa daerah lainnya.

“Ada saya temukan kemarin, salah satu calon siswa kita, 4 (mata pelajaran)-nya itu 100 nilainya. Sampai 5 semester, berarti total nilainya 2.000, saya bilang sama kepala sekolahnya, ini kalau 2.000, jangankan di SMA 1 Mataram, mau masuk SMA favorit di seluruh republik ini juga pasti masuk kalau 2.000,” ucap Lalu dalam rapat dengan Mu'ti.

“Artinya apa? Ini tidak terjadi di Mataram saja. Di beberapa daerah yang langsung WA ke saya dan menyampaikan informasi ke kami juga melakukan hal yang sama. Yaitu pengkondisian nilai rapor Pak Menteri,” tambah dia.