Mendikdasmen Gandeng Dunia Usaha Dorong Pembelajaran STEM Kreatif dan Terjangkau

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Staf Khusus Mendikdasmen Maila Dinia Husni Rahiem dalam acara Teacher Tech Championship di Wisma Habibie Ainun, Rabu (21/10/2026). Foto: Pradya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Staf Khusus Mendikdasmen Maila Dinia Husni Rahiem dalam acara Teacher Tech Championship di Wisma Habibie Ainun, Rabu (21/10/2026). Foto: Pradya/kumparan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong keterlibatan dunia usaha dan industri untuk memperkuat pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di sekolah. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung guru mengembangkan pembelajaran yang kreatif, terjangkau, dan relevan dengan persoalan sehari-hari.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, mengatakan pengembangan pendidikan membutuhkan dukungan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.

“Pak Menteri selalu menyampaikan dan di tahun kemarin kita juga mengundang para ya, para dunia usaha, dunia industri untuk yuk-yuk sama-sama yuk membangun pendidikan Indonesia karena kalau kementerian saja kita butuh perpanjangan tangan, ya. Kita perlu support yang apa pun bentuknya,” kata Maila dalam acara final dan penghargaan Teacher Tech Championship di Wisma Habibie Ainun, Jakarta, Rabu (21/10).

Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari kompetisi inovasi pembelajaran hingga pemberian beasiswa dan pendampingan sekolah. Ia menilai keterlibatan dunia usaha dapat membantu mendukung upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan.

“Oleh karena itu lomba-lomba seperti ini kemudian pendampingan tadi dijelaskan ada beasiswa, kemudian pendampingan ke sekolah. Ini adalah cara kita jalan bersama ya, dengan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Maila.

Pengembangan STEM menjadi salah satu prioritas nasional Kemendikdasmen. Ia menegaskan bahwa penerapan STEM tidak terbatas pada mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam (IPA), tetapi dapat melibatkan berbagai bidang ilmu.

“Jadi STEM itu tidak eksklusif pada MIPA,” kata Maila.

Maila mengatakan, persoalan di kehidupan nyata membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan keterlibatan siswa dalam mencari solusi. Menurut dia, hal itu terlihat dari inovasi yang dipresentasikan para guru dalam ajang tersebut.

“Tapi kita membuktikan tadi yang salah satu yang diberikan oleh Bapak dan Ibu tampilkan itu ada banyak unsur sosialnya kan? Ya dan tidak bisa berdiri sendiri karena ilmu pengetahuan itu interdisiplin ya,” kata Maila.

Dalam kesempatan tersebut, Maila juga menjelaskan pendekatan pembelajaran STEM melalui prinsip 5M, yakni mudah, murah, menyenangkan, mindful, dan meaningful. Pendekatan ini diharapkan membuka ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran kreatif tanpa harus selalu bergantung pada fasilitas yang mahal.

“5M itu apa sih STEM 5M? Mudah, Mbak enggak ada yang tahu belum? Mudah, murah, menyenangkan, mindful, dan meaningful,” katanya.

Salah satu contoh inovasi yang disorot Maila dalam acara tersebut adalah sensor untuk mematikan lampu yang berangkat dari persoalan sederhana di lingkungan sekolah. Inovasi itu muncul setelah siswa melihat lampu kelas masih menyala meskipun ruangan ditinggalkan.

“Ya, jadi guru-gurunya juga memberi kita kesempatan banyak untuk mencipta karena tadi diceritakan bagaimana tadi sensor untuk mematikan lampu itu diciptakan bukan hanya oleh Pak gurunya saja, tetapi karena murid-murid bilang atau murid-murid itu melihat sering ada yang meninggalkan kelas dan lampu masih menyala,” tutup Maila.