Mendikdasmen: Jangan Nilai dan Hakimi Guru Hanya dari Angka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat Upacara Hari Guru Nasional di Surabaya. Foto: Youtube/ Kemendikdasmen
zoom-in-whitePerbesar
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat Upacara Hari Guru Nasional di Surabaya. Foto: Youtube/ Kemendikdasmen

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyayangkan selama ini profesi guru kurang dihargai oleh sebagian masyarakat. Katanya, mereka hanya dilihat dari angka atau gaji, bukan dari pengabdian.

Hal itu disampaikan Mu'ti dalam Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/11).

"Saya mengimbau masyarakat, orang tua, agar menghargai jerih payah guru. Jangan hanya menilai kinerja guru dan menghakimi mereka dari angka-angka belaka," kata Mu'ti.

"Sejatinya tanggungjawab pendidikan yang pertama dan utama adalah ortu dan keluarga," sambungnya.

Kata Mu'ti jangan bebani guru dengan tekanan. Orang tua harus aktif berkomunikasi terkait perkembangan anaknya di sekolah.

"Berilah kesempatan guru membantu mendidik anak dengan cara terbaik, perbaiki komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai," kata dia.

Tantangan Guru

Mu'ti menyebut, tantangan guru di era sekarang juga makin berat. Sebab, mereka harus menjadi agen peradaban di tengah permasalahan yang makin kompleks.

"Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban, guru mengemban tugas profetik, mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia," katanya.

"Kehadiran guru sebagai agen peradaban di tengah kompleksitas murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan gawai, judol, kesulitan ekonomi, keharmonisan keluarga, dan sebagainya," sambung dia.