Mendikdasmen Revitalisasi 87 Ribu Sekolah, Prioritas Terdampak Bencana

Mendikdasmen Abdul Mu'ti berkomitmen memperbaiki sekolah yang rusak di tahun ini. Ia mengungkapkan, satuan pendidikan yang menjadi prioritas yakni sekolah yang terdampak bencana.
"Tahun ini kami prioritaskan perbaikan sekolah terdampak bencana. Seperti yang ada di Aceh, Sumbar, dan Sumut. Setelah itu perbaikan di sekolah yang rusak berat. Kemudian perbaikan di sekolah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar)," katanya, Jumat (31/7).
Abdul Mu'ti menyampaikan, sekolah di daerah Aceh, Sumut, dan Sumbar, sudah ada yang diperbaiki. Jumlahnya ada tiga ribu sekolah.
"Sudah lebih dari tiga ribu sekolah yang kami perbaiki. Sebagian sudah selesai 100 persen," sambungnya.
Rencananya, pada Agustus 2026, Abdul Mu'ti akan berkunjung ke Kabupaten Simeulue, Aceh, untuk memberikan bantuan untuk sekolah. Hal itu sebagai bagian komitmen presiden untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
"Pada 2026 ini kami akan revitalisasi 87 ribu satuan pendidikan di Indonesia. Pada tahun depan di 2027 akan ditambah 100 ribu satuan pendidikan. Mudah-mudahan pada 2028 dan 2029 seluruh sekolah negeri maupun swasta bisa direvitalisasi," terangnya.
Selain revitalisasi sekolah, pihaknya akan menambah Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP). Sebelumnya, Kemendikdasmen telah memberikan Papan Interaktif Digital satu unit di masing-masing satuan pendidikan pada 2025.
"Pada tahun 2026 masing-masing sekolah akan mendapatkan tambahan dua sampai tiga unit PID. Pengiriman PID ke sekolah dimulai September 2026 ini. Sehingga masing-masing sekolah akan mendapatkan dua tambahan PID," imbuhnya.
Sebelumnya, agenda dari Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yakni meluncurkan 5 juta buku untuk jenjang SD dan SMP pada Jumat (31/7) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Langkah itu sebagai ikhtiar peningkatan budaya membaca.
