Mendikdasmen Santuni 13 Keluarga Guru Korban Kecelakaan di Purworejo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menemui keluarga korban kecelakaan guru SD ITQ As- Syafi'iyah di Kabupaten Magelang. Foto: Dok. Humas Kemendikdasmen
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menemui keluarga korban kecelakaan guru SD ITQ As- Syafi'iyah di Kabupaten Magelang. Foto: Dok. Humas Kemendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menemui pendidik serta keluarga korban kecelakaan yang menimpa guru SD Islam Tahfidz Qur’an (ITQ) As-Syafi’iyah saat berkunjung ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (21/5).

Kecelakaan tersebut terjadi pada (7/5), yang melibatkan angkot rombongan guru dan ustadzah SD ITQ As-Syafi'iyah dengan truk bermuatan pasir di wilayah Purworejo. Sebanyak 10 guru meninggal dunia, sedangkan 3 lainnya yang selamat mengalami luka-luka.

Mu'ti menyampaikan, rasa duka mendalam atas gugurnya para pahlawan pendidikan. Baginya, peristiwa yang terjadi ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa musibah dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Ia meyakini, para guru tersebut meninggal dalam keadaan syahid.

”Kami tentu merasa sangat berduka dengan wafatnya para guru, karena para pendidik ini yang memiliki pengabdian dalam membantu kami mencerdaskan bangsa,” ucap Mu’ti dalam keterangannya, Kamis (22/5).

“Semoga seluruh almarhumah wafat dalam keadaan syahid karena mayoritas tahfidz Qur’an dan mereka semua Fiisabilillah, sedang melaksanakan kegiatan agama yakni bertakziah,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menemui keluarga korban kecelakaan guru SD ITQ As- Syafi'iyah di Kabupaten Magelang. Foto: Dok. Humas Kemendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menemui keluarga korban kecelakaan guru SD ITQ As- Syafi'iyah di Kabupaten Magelang. Foto: Dok. Humas Kemendikdasmen

Selain ucapan belasungkawa, Mu'ti juga memberikan bantuan kepada keluarga korban kecelakaan. ”Tali asih dari kami, masing-masing kita berikan Rp 5 juta, mudah-mudahan bisa meringankan para keluarga yang terkena musibah,” terang Mu’ti.

Ia menambahkan, apabila ada guru yang masih berkuliah dan belum melanjutkan studi D4/S1 juga mendapatkan bantuan subsidi. ”Guru yang saat ini sedang berkuliah dan guru belum D4/S1, bisa mendapatkan subsidi untuk melanjutkan studi sebesar Rp. 3.000.000/semester,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Guru SD ITQ As-Syafi’iyah, Nurul Faizah, menyampaikan rasa terima kasih atas seluruh dukungan dan bantuan moril maupun materil yang diberikan Kemendikdasmen.

“Bapak Menteri banyak memberikan dukungan moril berupa doa dan penguatan agar kami diberikan kekuatan dan terus semangat dalam menghadapi musibah ini. Kemudian dukungan materiil juga diperoleh bagi korban yang selamat dan korban meninggal dunia,” terang Nurul.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menemui keluarga korban kecelakaan guru SD ITQ As- Syafi'iyah di Kabupaten Magelang. Foto: Dok. Humas Kemendikdasmen

Nurul juga menuturkan bahwa mendapatkan bantuan untuk pembangunan gedung sekolah yang belum dapat direalisasikan. ”Bapak Menteri juga akan membantu merenovasi gedung sekolah yang belum dapat terealisasi,” tuturnya.

Harapan dari SD ITQ As-Syafi’iyah dengan kehadiran Mendikdasmen dapat menumbuhkan semangat para pendidik dan murid-murid supaya kembali pulih untuk melanjutkan pendidikan setelah musibah yang terjadi.

Kehadiran Mu'ti didampingi oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji; Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi; Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Komunikasi dan Media, Ma’aruf; Staf Khusus Menteri Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali; serta beberapa jajaran di Kemendikdasmen.