Mendikdasmen soal Kurikulum AI: Yang Kita Cari Kesalehan Digital
·waktu baca 2 menit

Pendiri Microsoft sekaligus Gates Foundation, Bill Gates, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (7/5). Salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di jenjang pendidikan menengah dan tinggi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, belum ada pembicaraan kerja sama dengan Bil Gates mengembangkan kurikulum koding dan AI bagi peserta didik di Indonesia.
Namun, Abdul Mu'ti menyatakan Indonesia memang perlu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas pengetahuan tentang pemanfaatan AI.
"Kami belum tahu isi pembicaraan pertemuan Bill Gates dengan Presiden, tapi intinya kami memang (berharap) agar penggunaan AI ini semakin luas," katanya usai menghadiri festival pendidikan di Kota Denpasar, Kamis (8/2).
Kesalehan Digital
Salah satu hal yang ingin dicapai dalam kerja sama antarlembaga adalah peserta didik memiliki kemampuan sekaligus bertanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi berbasis AI. Mu'ti menyebut hal ini dengan istilah kesalehan digital.
"Istilahnya kita mengajarkan mereka dengan kemampuan digital sekaligus kesalehan digital dan teknologi ini tidak disalahgunakan tapi digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat," katanya.
Kemendikdasmen sudah melakukan pelatihan kepada sejumlah guru sekolah negeri dan swasta di Semarang dan Jakarta terkait kesalehan digital ini. Dia berharap dalam waktu dekat bisa bekerja sama dengan Google untuk memperdalam rasa tanggung jawab penggunaan teknologi AI.
"Kalau kita memang sudah ada kesepakatan akan ada pelatihan kerja sama dengan Google untuk guru-guru supaya dapat menggunakan AI dalam pelajaran dan juga untuk mendukung kesuksesan program pembelajaran AI," kata Abdul Mu'ti.
Soal kesalehan digital ini diharap bisa menjadi benteng seseorang melakukan kejahatan-kejahatan digital. Selain itu supaya kasus-kasus yang merugikan khalayak gara-gara kecanggihan AI tidak terulang.
Kasus Kejahatan Digital di Bali
Seperti yang pernah terjadi pada seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) berinisial SLKDP sebelumnya melakukan pelecehan seksual dengan membuat konten porno "deepfake".
SLKDP mencuri foto foto-foto perempuan di akun Instagram mereka. SLKDP lalu mengedit foto itu menggunakan bot berbasis artificial intelligence (AI) di Telegram sehingga para perempuan itu tampak tanpa busana. Atas perbuatannya, SLKDP dikeluarkan dari Universitas Udayana.
