Mendikdasmen Tindaklanjuti Arahan Prabowo soal Biasakan Anak Menulis Besar
·waktu baca 2 menit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar siswa dibiasakan menulis dengan ukuran besar sejak dini.
Menurutnya, kebiasaan menulis tidak harus diajarkan melalui mata pelajaran khusus, tetapi bisa diterapkan melalui berbagai aktivitas belajar di sekolah.
“Belum ada pembahasan. Tapi yang disampaikan beliau di rapat kabinet bahwa anak-anak dibiasakan menulis itu nanti akan kami tindaklanjuti,” ujar Mu’ti usai acara Taklimat Media di Kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/10).
Mu’ti menjelaskan, pembiasaan menulis menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan literasi dasar siswa.
“Teknisnya nanti bagaimana, tentu tidak harus pelajaran menulis, tetapi dibiasakan mereka menulis,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat dirinya berkeliling ke sekolah-sekolah, ia sempat menemukan ada tulisan seorang siswa yang menulis dengan tulisan kecil.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di Sidang Kabinet Paripurna setahun pemerintahan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/10) sore.
“Saya juga perhatikan waktu saya keliling saya cek anak-anak kita mungkin karena kurang biaya dia menghemat kertas, dia menulis tulisannya sangat kecil. Saya minta ditinjau kembali Mendikdasmen,” kata Prabowo.
Prabowo menilai perlu kembali diadakan pelajaran menulis. Bahkan, ia meminta ke Menteri Keuangan untuk membagi-bagikan buku tulis kepada siswa.
Prabowo menegaskan, tulisan siswa sekolah dasar harus besar-besar. Ia khawatir saat tumbuh dewasa mata mereka akan bermasalah.
“Yang besar-besar tulisannya, anak-anak harus dididik nulis besar, saya khawatir kalau dia nulisnya sangat kecil ujungnya dia harus pakai kacamata semua,” terangnya.
Prabowo menuturkan, hal itu memang masalah kecil. Namun merupakan hal mendasar yang perlu diperhatikan lebih.
