Mendikti: Presiden Minta Masalah Sampah Ditangani Cepat-Skala Mikro, Ajak Kampus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

Menurut Brian, Prabowo meminta percepatan implementasi teknologi pengolahan sampah, khususnya yang dikembangkan di lingkungan kampus.

"Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," kata Brian.

Uji Coba di Tingkat Kelurahan

Brian menjelaskan, sejumlah teknologi tersebut saat ini sudah berjalan di beberapa perguruan tinggi dan akan segera dipilih untuk diujicobakan lebih luas.

"Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih, ada juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro di tingkat kelurahan lebih efektif," ucap dia.

Teknologi skala mikro tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah dari level paling bawah, yakni kelurahan, sehingga beban tempat pembuangan akhir dapat dikurangi.

Warga melintasi tumpukan sampah di kawasan Pasar Kemiri, Jakarta Barat, pada Senin (9/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Koordinasi dengan KLH

Brian menegaskan, percepatan teknologi ini tetap akan mempertimbangkan aspek lingkungan. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan teknologi yang diterapkan tidak menimbulkan dampak baru.

"Tentu nanti kita juga akan bersama-sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan bahwa teknologi-teknologi yang ada itu juga bersih tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan," tandasnya.