Mendiktisaintek Brian: Kecurangan UTBK Tak Bisa Ditolerir, Jangan Terjadi Lagi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendiktisaintek Brian Yuliarto (tengah) di depan Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
 Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendiktisaintek Brian Yuliarto (tengah) di depan Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Selasa (11/3/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyoroti soal maraknya terjadi kecurangan pada proses seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB) 2025. Ia menegaskan tidak akan menolerir bentuk-bentuk kecurangan dalam prosesnya.

“Sebagaimana kita pahami bersama ada beberapa ketidaksesuaian atau bisa dikatakan kecurangan kecurangan yang terjadi kami tentu prihatin dan juga berharap karena kecurangan apalagi pada konteks akademik itu adalah sesuatu yang sangat sangat tidak sesuai, sesuatu yang sangat tidak bisa ditolerir,” kata Brian dalam konferensi pers SNPMB 2025 di Kantor Kemdikti, Jakarta, Selasa (27/5).

“Kami berharap berbagai hal yang dilakukan, diantisipasi oleh panitia itu harapannya adalah jangan sampai ini terjadi lagi,” imbuhnya.

Sejumlah peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Brian meminta kepada peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK) yang akan datang agar mengantisipasi adanya modus-modus menawarkan jasa joki ujian. Kata dia, praktik-praktik seperti itu bisa dilaporkan ke Kepolisian.

Ia juga mengimbau kepada peserta ujian agar bisa melapor apabila menemukan atau mengetahui atau bahkan ditawarkan iming-iming bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur yang tidak seharusnya.

“Kita juga melihat modus yang semakin terstruktur, modus yang semakin by design yang kemudian menuntut kita semua, panitia ini akan lebih hati-hati, akan lebih mengantisipasi, lebih tinggi lagi,” ungkapnya.

“Kita berikan hukuman yang seberat-beratnya, yang sesuai ketentuan supaya kita ingin menghargai adik-adik kita, anak-anak kita yang memang telah berjuang keras, telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya kita tidak ingin proses yang tidak fair itu terjadi lagi,” tutup Brian.