Mendulang Rupiah dari Bisnis Ikan Hias Asal Sungai Amazon

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ikan Discus dalam pameran ikan hias internasional (Foto: Siti Maghfirah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ikan Discus dalam pameran ikan hias internasional (Foto: Siti Maghfirah/kumparan)

Dengan bentuk tubuh yang bulat, gaya berenang yang anggun, dan corak yang penuh warna indah, ikan discus menjadi salah satu jenis ikan hias akuarium air tawar paling favorit dan termahal.

Menurut Pangihutan Tobing, salah satu pebisnis ikan hias ini, discus berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan. Ia memulai mengembang biakkan discuss sejak 10 tahun lalu hingga beranak pinak sampai sekarang.

Harga yang ditawarkan, menurut Tobing, beragam mulai dari Rp 150 ribu untuk ukuran 2 inchi dan Rp 1 juta untuk ukuran di atas 5 inchi.

Selain itu, bagian warna dan kecantikan pada corak juga menjadi penentu harga. Warna ikan yang semakin rumit dan indah, akan menaikkan harga jual.

"Makanya untuk ikan yang digunakan untuk show atau pameran, harganya bisa mencapai Rp 5 juta atau bahkan lebih per ekornya," katanya kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (3/12).

Menurut dia, pada awalnya ikan discus hanya memiliki empat varian saja. Namun, dari hasil kawin silang yang dilakukan oleh peternak, saat ini jumlahnya menjadi sekitar 30 varian. Varian-varian ini di antaranya adalah Red Melon, Golden Yellow Diamond, dan Checker Board Pigeon.

Ia mengatakan, dalam satu bulan, ikan discus miliknya bisa terjual hingga 1.000 ekor. Sebagian besar ikan hias ini diekspor ke Amerika, India, dan Singapura. Sementara peminat di Indonesia masih sebatas kenalan dan kerabat dekat saja.