LIPSUS- kumplus- Mafia Tanah

Menelusuri Mafia Tanah di Cakung (2)

27 Desember 2021 11:38
·
waktu baca 11 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kita tidak boleh kalah dengan mafia tanah.”
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengucapkan kalimat itu Juni lalu. Ia sadar bahwa perang melawan mafia tanah bukan perkara mudah, sebab para penjahat itu tak bekerja sendiri, melainkan menggandeng orang dalam pemerintahan seperti oknum aparat sampai pejabat BPN.
Sejak Sofyan menjabat sebagai Menteri ATR/BPN pada 2016, sudah 125 pejabat BPN yang terbukti bersekongkol dengan mafia tanah. Mereka dikenai sanksi administrasi, dipecat dengan tidak hormat, dicopot dari jabatannya, dimutasi, bahkan dipidana.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Mafia tanah merajalela. Dari Cakung sampai Makassar, mereka menyerobot lahan dan memperdaya korbannya. Mafia-mafia itu bahkan punya kaki tangan di Badan Pertanahan Nasional. Bagaimana bisa? Seperti apa modus dan sepak terjangnya? Klik di bawah.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten