Menengok Kampung Deret Petogogan yang Ternyata Tak Punya Sertifikat

Kampung Deret Petogogan yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sudah berdiri sejak 2014. Program ini menjadi andalan Jokowi-Ahok saat menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada 2012. Dalam debat cagub pada Jumat (13/1) malam, Anies Baswedan sempat mempertanyakan program Kampung Deret yang disebut mandek.
Dua tahun berdiri, dari 137 pemilik rumah, baru lima pemilik rumah yang memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Kepada kumparan, warga Kampung Deret Petogogan mengeluhkan janji Pemprov DKI Jakarta untuk memproses SHGB.
"Pemprov DKI sudah menjanjikan SHGB selesai seiring rampungnya pembangunan Kampung Deret di akhir tahun 2013," kata seorang penghuni Kampung Deret Petogogan, Tani pada kumparan di rumahnya, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1).
Suami Yani, Sugino yang menjadi ketua RT mengaku sudah berkali-kali mengadu ke pihak Pemprov DKI Jakarta. Tapi, tetap tidak direspons. Yani mengatakan Pemprov baru memberikan SHGB pada 5 pemilik rumah secara acak saat seremoni peresmian Kampung Deret pada 2013.
Yani bercerita soal kesulitan yang dialami saat memproses SHGB di Kelurahan Petogogan. Saat memproses di kelurahan, salah satu syarat yang diminta adalah surat pernyataan bahwa ia adalah hak waris secara sah dari pemilik rumah.

Padahal, kebanyakan warga kampung itu sudah tinggal di Petogogan selama puluhan tahun. Para pemilik rumah, yang notabene adalah generasi sebelumnya, sebagian sudah wafat.
"Kebanyakan rumah-rumah dulu ini ditinggal sama nenek buyut kita dan udah pada meninggal. Sekarang generasi ke empat lah. Padahal kita mengiranya enggak sesulit ini, kirain kita terima beres saja," tuturnya.
Warga berharap Jokowi yang kini jadi Presiden bisa memenuhi janjinya soal kampung deret.
"Intinya kita menagih janjinya Pak Jokowi, deh. Karena kita sudah terlena di awal jadi pikirnya akan dibuatkan tapi ternyata sampai sekarang belum," tutupnya.
"Intinya kita menagih janjinya Pak Jokowi, deh. Karena kita sudah terlena di awal jadi pikirnya akan dibuatkan tapi ternyata sampai sekarang belum."
Warga lain yang bernama Situ, 38 tahun, mengeluhkan alasan Pemprov DKI Jakarta yang tak kunjung memberikan sertifikat rumah. "Ibarat orang kalau mau beli rumah, yang pasti ditanya pertama kan sertifikatnya ada atau tidak. Biar kita aman, buat masa depan," katanya.
Kampung Deret Petogogan sendiri terdiri 137 unit rumah dengan 230 kepala keluarga. Total warga mencapai 900 jiwa.
Dalam debat perdana Pilgub DKI Jakarta kemarin, pada sesi ketiga Anies mempertanyakan janji politik Ahok untuk membangun kampung deret. Saat menjadi cawagub Jokowi pada Pilgub DKI Jakarta 2012, Ahok sampai membuat kontrak politik terkait Kampung Deret.
"Lima tahun lalu ada janji akan membangun kampung deret, di mana ada kontrak politik," kata Anies saat melancarkan serangan pada Ahok.
Saat debat berlangsung, Anies mengatakan bahwa ia mendatangi lokasi Kampung Deret dan ditunjukkan kontrak politik yang dibuat Jokowi-Ahok.Ia berjanji akan meneruskan program Kampung Deret tersebut.
