Menengok Rumah Cagar Budaya Tjong A Fie di Medan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Destinasi wisata sejarah selalu menarik untuk dikunjungi. Untuk di Kota Medan, Sumut, Rumah Tjong A Fie adalah salah satu destinasi wisata sejarah yang tak boleh dilewatkan.

Bagi yang belum familiar dengan nama Tjong A Fie, mungkin perlu tahu. Tjong A Fie ini orang paling kaya di Medan, istilah sekarang konglomerat di era akhir 1800-an hingga awal 1900-an. Tjong A Fie adalah seorang pengusaha, bankir dan Kapitan Cina yang sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatera.

Dia kemudian diangkat sebagai "Kapitan Tionghoa" (Majoor der Chineezen) untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan. Dan tentunya, perkembangan Kota Medan tak bisa lepas dari peran Tjong A Fie, yang meninggal pada 1921 di usia 61 tahun.

Nama besar Tjong A Fie ini membuat kumparan (kumparan.com) pada Kamis (1/2) berkesempatan menyambangi rumah yang pernah ditinggalinya. Rumah itu salah satu cagar budaya di Kota Medan.

Rumah yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Medan ini mulai dibuka untuk umum pada 2009. Rumah ini berarsitektur Tionghoa, Melayu dan Eropa, berdiri kokoh dengan dominasi warna kuning pada pagarnya dan ukiran dua naga pada gerbangnya. Siapa saja yang melintas di ruas ini, akan langsung terpikat untuk meliriknya.

Rumah Tjong A Fie di Medan (Foto: Ade Nurhaliza/kumparan)

Menilik sejarahnya, rumah ini selesai dibangun pada tahun 1900. Dengan gabungan arsitektur dari beberapa budaya, tampak bahwa sosok Tjong A Fie sangat menjunjung rasa persatuan.

Menikmati wisata di rumah Tjong A Fie ini, pengunjung mesti merogoh kocek Rp 35 ribu untuk masyarakat umum, dan Rp 20 ribu untuk pelajar. Tentu sebanding dengan yang nilai yang ada di dalamnya.

"Jadi untuk perawatan rumah, kita dari tiket masuk. Jadi setiap hari kita ada 4 orang pekerja, ada yang untuk bersihkan kebun, untuk bersihkan rumah. Dan kalau ada yang rusak, Dinas Pariwisata yang (bertanggung jawab) membetulkan yang rusak," ujar Desi, seorang penjual karcis di mansion.

Rumah Tjong A Fie di Medan (Foto: Ade Nurhaliza/kumparan)

Desi memaparkan bahwa setiap harinya orang yang datang berkunjung ke mansion pada hari biasa sekitar 30 sampai 50 orang. Namun pada akhir pekan, jumlah pengunjung mencapai dua kali lipat atau lebih.

Di dalam rumah ini ada foto-foto Tjong A Fie bersama istri dan anak-anaknya. Pengunjung bisa melihat taman, kamar, dan berbagai barang peninggalan Tjong A Fie.

Jadi bagi kamu yang berwisata di Kota Medan, jangan sampai lewatkan menyambangi rumah ini.