Menerka Kandidat Pengganti KSAD Andika Perkasa
·waktu baca 5 menit

Presiden Jokowi sudah menentukan siapa calon Panglima TNI pengganti Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Jokowi resmi menunjuk KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI.
Surat Presiden calon Panglima TNI sudah dikirim ke DPR RI pada Rabu (3/11). Surpres diantar langsung oleh Mensesneg Pratikno dan diterima langsung oleh Ketua DPR Puan Maharani bersama Wakil Ketua DPR lain seperti Rachmat Gobel dan Lodewijk F Paulus.
Setelah Surpres diterima pimpinan DPR, proses selanjutnya adalah Komisi I DPR bakal menggelar fit and proper test bagi Andika sebagai calon tunggal Panglima TNI.
Jika DPR menyetujui Andika sebagai Panglima TNI, maka posisi KSAD akan kosong. Lantas siapa sosok yang dinilai cocok menggantikan Andika?
Dudung Abdurachman dan Eko Margiyono
Setidaknya ada 17 jenderal yang berpeluang mengisi kursi yang akan ditinggalkan Andika Perkasa.
Di antara 17 jenderal bintang 3 di TNI AD, ada 2 nama yang kerap muncul dan jadi perbincangan sebagai calon kuat KSAD. Dia adalah Letjen Dudung Abdurachman dan Letjen Eko Margiyono.
Kiprah keduanya memang tidak perlu diragukan lagi. Terutama saat penanganan pandemi corona di Jakarta dan sekitarnya. Tapi jauh sebelum itu, Dudung dan Eko sudah menempati sejumlah jabatan strategis di TNI AD.
Dudung Abdurachman
Letjen Dudung merupakan pria kelahiran Bandung, 19 November 1965. Setelah lulus dari Akademi Militer pada 1988, Dudung memulai tugasnya sebagai prajurit infanteri TNI AD.
Sebagai perwira berpangkat letnan dua hingga kolonel, Dudung banyak bertugas memimpin pasukan setingkat batalyon di jajaran Kostrad. Lalu menjadi Dandim Musi Waras dan Palembang saat masih menjadi Letkol.
Dudung lalu memimpin Rindam II/Sriwijaya dengan pangkat kolonel. Pangkat jenderal bintang satu diemban pertama kali dalam tugasnya sebagai Wakil Gubernur Akademi Militer pada 2015-2016.
Setelah menempati sejumlah jabatan lain, Dudung kembali ke Akmil dengan jabatan Gubernur Akademi Militer dan berhak atas pangkat jenderal bintang 2 atau Mayjen.
Kabarnya, di sinilah Dudung dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Musababnya, Dudung secara khusus membuat patung Soekarno di Akmil. Megawati hingga Jenderal Andika Perkasa hadir dalam peresmian.
Setelah itu, kariernya semakin naik. Dudung lalu dipercaya menjadi Pangdam Jaya menggantikan Mayjen Eko Margiyono yang naik jadi Pangkostrad. Dudung meneruskan perjuangan melawan pandemi corona.
Di tengah tugasnya itu, Dudung jadi perhatian karena menurunkan spanduk Habib Rizieq di semua sudut Jakarta dan sekitarnya. Itu dilakukan tak lama setelah Rizieq pulang kembali ke Indonesia.
Tak sampai satu tahun jadi Pangdam Jaya, Dudung kembali menggantikan Eko. Kali ini, menjadi Pangkostrad karena Eko dipercaya menjabat sebagai Kasum TNI.
Eko Margiyono
Eko Margiyono memang tidak setenar Dudung. Tapi, kiprah militer pria kelahiran Semarang, 12 Mei 1967 itu juga tidak main-main.
Eko lulus dari Akademi Militer pada 1989. Setahun lebih muda dibanding Dudung. Bedanya, Eko lebih banyak bertugas sebagai prajurit infanteri Kopassus.
Eko sempat bertugas sebagai Komandan Grup A Paspampres di era SBY tepatnya 2010-2012, sebelum akhirnya menjalankan tugas lain sebagai Danrem 061/Suryakencana dan Danrem 033/Wirapratama.
Pangkat jenderal bintang 1 diemban saat ditunjuk sebagai Kasdam Jaya. Dia lalu naik pangkat jenderal bintang 2 tak sampai setahun kemudian saat mengisi jabatan Gubernur Akademi Militer.
Tahun berikutnya, Eko kembali ke Korps Baret Merah. Kali ini dia memimpin langsung Kopassus sebagai Komandan Jenderal.
Eko dipercaya menjabat sebagai Pangdam Jaya. Tak lama setelah itu, pandemi corona muncul. Dia bersama Yudo Margono yang saat itu masih menjabat sebagai Pangkoarmada I lalu naik menjadi Pangkogabwilhan I, mengurus segala keperluan penanganan corona, termasuk mengubah Wisma Atlet menjadi rumah sakit darurat corona.
Duet keduanya dinilai cukup sukses mengendalikan corona saat itu. Keduanya lalu mendapat promosi. Eko naik bintang 3 sebagai Pangkostrad menggantikan Letjen Besar Harto Karyawan yang pensiun. Sedangkan Yudo jadi KSAL.
Tak lama berselang, Eko diminta kembali ke Mabes TNI. Tugas barunya kini menjadi Kasum TNI sampai saat ini.
Dudung Dinilai Jago Istana, Eko Berkapabilitas
Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai calon kuat KSAD saat ini yakni Pangkostrad Dudung Abdurachman dan Kasum TNI Eko Margiyono.
“Di tubuh TNI AD memang banyak jenderal bintang tiga yang mumpuni, baik yang bertugas di lingkungan TNI AD maupun di luar. Tapi sebagian besar sudah cukup senior dan menjelang pensiun,” kata Khairul.
“Karena itu yang paling berpeluang sebagai kandidat pengganti Jenderal Andika di jabatan KSAD saya kira adalah Pangkostrad Dudung Abdurachman dan Kasum TNI Eko Margiyono,” imbuh dia.
Menurut Khairul, Dudung berpeluang karena populer dan dekat dengan istana. Sementara Eko dinilai cocok menjadi KSAD karena mumpuni dari segi kapabilitas kinerja.
“Di atas kertas, nama Dudung memang diunggulkan dan dinilai sebagai 'jago istana'. Tapi saya kira Eko Margiyono juga bukan tidak mungkin karena masa aktifnya lebih panjang dan dari segi kapabilitas saya kira juga sangat layak,” terang dia.
Meski begitu, Fahmi menerangkan pergantian KSAD ini juga harus mempertimbangkan proyeksi regenerasi kepemimpinan TNI. Siapa pun yang menjabat nanti, kata dia, mestinya akan berpeluang juga menjadi Panglima TNI setelah Andika.
Istana Belum Usulkan Nama Calon KSAD
Patikno mengatakan, saat ini belum ada nama calon KSAD yang dipilih Jokowi.
Kemungkinan, nama KSAD baru akan muncul setelah pelantikan Panglima TNI.
"Belum [ada nama calon KSAD]. Nanti ada saat pergantian Panglima, pelantikan. Nah, itu tentu saja harus segera pengisian KSAD yang baru," kata Pratikno.
Letjen Agus dan Dudung Layak Jadi Calon KSAD
Politikus PDIP TB Hasanuddin mengatakan ada dua nama potensial berpeluang menggantikan Andika. Mereka adalah Wakasad Letjen TNI Bakti Agus Fadjari dan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman.
"Biasanya KSAD itu adalah mereka yang bintang 3 diangkat dari Wakasad atau Pangkostrad, itu yang sudah-sudah seperti itu," kata TB Hasanuddin.
"Jadi yang ada di sini yang memenuhi persyaratan mungkin dari kebiasaan ya kecuali misalnya ada petunjuk lain ya, itu satu adalah Letjen Bakti Agus Wakasad dan yang kedua Letjen Dudung Pangkostrad," tambah dia.
Anggota Komisi I DPR itu mengatakan, keduanya memiliki masa jabatan singkat jika menjadi pengganti Andika. Sebab, Agus akan pensiun pada September 2022 sedangkan Dudung pada Desember 2023. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.
"Tapi dari dua ini, Pak Agus akan pensiun 1 September tahun depan, sementara Pak Dudung akan pensiun 1 Desember tahun 2023. Kira-kira siapa? Saya tidak mau berandai-andai, ya kita tunggu saja keputusan Presiden nanti," ucapnya.
