Mengapa Akhirnya Kasus Corona Melesat Juga di Desa-desa di Jawa?
ยทwaktu baca 2 menit

Penularan corona saat ini tak hanya terjadi di daerah perkotaan dengan mobilitas masyarakatnya yang cukup tinggi, melainkan sudah merambah hingga ke daerah seperti pedesaan.
Hingga kemudian membentuk klaster penularan baru, seperti yang terjadi di Pulau Jawa seperti Kudus, Jepara, Cimahi, Bangkalan, dan masih banyak lagi.
Letak desa-desa yang sebenarnya berjauhan dari pusat kota seharusnya bisa meminimalisasi risiko penularan corona. Namun kenyataannya tidak selalu demikian.
Menanggapi tingginya angka-angka penularan yang terjadi di pedesaan, ahli Kebijakan Kesehatan dari Universitas Airlangga, Ilham Akhsanu Ridlo, mempunya analisis tersendiri.
Ia mengatakan, hal tersebut terjadi lantaran rendahnya koordinasi pada skala pemerintahan yang lebih kecil seperti di kabupaten maupun kecamatan. Padahal apabila itu ditingkatkan, maka proses monitoring protokol kesehatan di daerah bisa terlaksana dengan baik.
"Jelas situasi penularan di desa ini membuka tabir lemahnya koordinasi pada level birokrasi kabupaten dan kecamatan," jelasnya kepada kumparan, Selasa (15/6).
Hal itu kemudian diperparah dengan kondisi masyarakat yang masih abai. Protokol kesehatan menjadi barang baru yang acap ditinggalkan, padahal itu sangat penting bagi benteng diri.
"Transmisi penularan virus ini juga lebih cepat dipicu oleh rendahnya kesadaran dan perilaku taat prokes di masyarakat desa. Aparat setempat juga tidak banyak menginisiasi kegiatan taat prokes di tempat umum dan juga tidak melakukan kontrol kegiatan sosial kemasyarakatan," jelas Ilham.
Selain itu, Ilham juga mengatakan bahwa kondisi fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan di pedesaan yang sangat terbatas.
"Puskesmas dan RSUD tidak banyak membantu jika ada perberatan kasus pada masyarakat dengan kondisi sedang-berat. Karena sarana dan prasarana yang terbatas. SDM Nakes terbatas dan juga peralatan seperti ventilator," jelas Ilham.
"Ini yang mengakibatkan situasi semakin rumit jika ada penularan di pedesaan," tutupnya.
