Mengapa Korban Tewas Gempa Afghanistan Bisa Tembus Lebih dari 1.000 Jiwa?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah keluarga di Desa Mazar Dara, Nurgal, Afghanistan mengevakuasi diri ke tempat lebih aman, Senin (1/9/2025). Foto: Sayed Hassib/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah keluarga di Desa Mazar Dara, Nurgal, Afghanistan mengevakuasi diri ke tempat lebih aman, Senin (1/9/2025). Foto: Sayed Hassib/Reuters

Gempa 6 magnitudo guncang Afghanistan pada Senin (1/9) menewaskan lebih dari 1.000 jiwa. Getaran pada pukul 02.37 dini hari waktu setempat itu terjadi di kedalaman yang dangkal, 8 km.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, mengapa gempa ini begitu merusak dan memakan korban jiwa.

"Gempa ini sangat merusak karena memiliki kedalaman dangkal (~8 km). Gempa dangkal seperti ini lebih parah karena gelombang seismik tidak kehilangan banyak energi saat mencapai permukaan, yang banyak terdapat bangunan tidak standar aman/tahan gempa," kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (3/9).

Ia menambahkan, hingga Rabu pagi 3 September 2025 pukul 17.40 WIB, telah terjadi 3 kali gempa susulan dengan magnitudo M5,2 M4,2 dan M4,0.

"Guncangan gempa ini dirasakan dalam spektrum luas, termasuk di Islamabad dan Lahore (Pakistan). Berdasarkan laporan media gempa menimbulkan kerusakan pada banyak bangunan dan korban jiwa sudah mencapai lebih dari 1.000 orang meninggal dunia," urai Daryono.

Seorang lelaki membawa kerabatnya, jenazah korban gempa di Desa Mazar Dara, Nurgal, Afghanistan, Senin (1/9/2025). Foto: Wakil Kohsar/AFP

Jenis Gempa

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif dampak tumbukan antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Wilayah perbatasan Afghanistan–Pakistan secara tektonik terletak di area tumbukan antara Lempeng India (Indo-Australia) dan Lempeng Eurasia. Pergerakan lempeng ini menimbulkan tekanan besar terhadap kerak bumi, sehingga rawan terhadap gempa besar.

Di kawasan Pakistan–Afghanistan terdapat Chaman Fault, sebuah sesar aktif dengan panjang lebih dari 850 km yang memisahkan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Lempeng India bergerak ke utara dengan kecepatan minimal ~10 mm/tahun, menghasilkan tekanan dan sesar kompresional yang kuat.