Mengapa Tidak Ada Pejabat Top Amerika yang Jemput Presiden Jokowi?

12 Mei 2022 6:33
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo beserta rombongan tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (10/5/2022) waktu setempat. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo beserta rombongan tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (10/5/2022) waktu setempat. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat pada Selasa (10/5) pukul 21.40 waktu setempat atau Rabu pagi WIB.
ADVERTISEMENT
Agenda utama Jokowi di AS adalah menghadiri KTT Khusus ASEAN-AS di Washington DC pada 12-13 Mei.
Sebelum tiba di AS, Presiden dan rombongan transit di Amsterdam, Belanda. Berdasarkan keterangan Protokol Media dan Pers Istana, setelah pintu pesawat terbuka, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani naik ke pesawat untuk mempersilakan Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana turun dari pesawat.
Presiden Joko Widodo beserta rombongan tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (10/5/2022) waktu setempat. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo beserta rombongan tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (10/5/2022) waktu setempat. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
Saat Jokowi tiba, tampak sejumlah personel militer AS berbaris dengan membawa bendera Indonesia dan AS. Tidak terlihat ada pejabat Amerika yang menjemput. Jokowi dan Iriana hanya dijemput oleh Special Adviser to the US Chief of Protocol, Asel Roberts.
Menurut Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, tidak adanya penjemputan oleh pejabat AS karena kunjungan kerja Presiden Jokowi bukan merupakan kunjungan bilateral, namun dalam rangka KTT Khusus ASEAN-AS.
ADVERTISEMENT
Menurut Retno, hal ini juga berlaku saat Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob tiba di Amerika Serikat. Kemudian Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Perdana Menteri Phạm Minh Chính. Mereka dijemput oleh pejabat yang sama, yaitu Asel Roberts.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kiri) dan Special Adviser to the US Chief of Protocol, Asel Roberts. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kiri) dan Special Adviser to the US Chief of Protocol, Asel Roberts. Foto: Dok. Istimewa
"Kunjungan kerja Presiden bukan merupakan kunjungan bilateral, namun dalam rangka ASEAN-US Special Summit. Di hari yang sama [10 Mei 2022], tiba juga PM Malaysia, Vietnam dan Kamboja dijemput oleh pejabat yang sama," kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/5).
"Vietnam, Malaysia, Kamboja, Indonesia, dijemput oleh Special Adviser to the US Chief of Protocol, Asel Roberts. Singapura, Laos dijemput oleh Deputy Chief of Protocol, Marcus Switzer," sambungnya.
PM Kamboja Hu Sen saat tiba di Amerika Serikat. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
PM Kamboja Hu Sen saat tiba di Amerika Serikat. Foto: Dok. Istimewa
Sebelumnya, Jokowi mengatakan ada juga sejumlah pertemuan dalam lawatan ke negeri Paman Sam itu.
ADVERTISEMENT
“Bersama kepala negara negara ASEAN lainnya saya akan berpartisipasi dalam rangkaian pertemuan US Special Summit selama dua hari,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Bandara Soetta sebelum terbang, Selasa (10/5).
PM Vietnam Pham Minh Chinh saat tiba di Amerika Serikat. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
PM Vietnam Pham Minh Chinh saat tiba di Amerika Serikat. Foto: Dok. Istimewa
“Adapun rangkaian pertemuan yang saya hadiri antara lain: pertemuan dengan anggota Kongres, pertemuan dengan para CEO besar dari AS dan juga pertemuan dengan Wapres Kamala Harris dan tim perubahan iklim AS serta pertemuan tingkat tinggi pemimpin ASEAN dan Presiden Biden,” beber Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menuturkan, Indonesia saat ini memegang koordinator kemitraan ASEAN-AS periode 2021-2024. Indonesia berharap KTT Khusus ini akan menghasilkan kerja sama yang dapat berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020