Mengecek Kesiapan Fasilitas di Arafah dan Mina Jelang Puncak Haji 2025

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tenda untuk jemaah haji di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tenda untuk jemaah haji di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Puncak haji musim 2025 sudah semakin dekat. Tenda-tenda di Arafah yang berdiri rapi sudah banyak dilengkapi kasur yang nantinya akan digunakan jemaah haji saat prosesi wukuf pada 9 Zulhijjah 1446 atau diperkirakan 5 Juni 2025.

kumparan yang menjadi bagian Media Center Haji melihat kesiapan tenda Arafah pada Senin (26/5). Di pintu masuk sudah ada tanda jemaah dari syarikah mana yang akan menempati.

Kasur di dalam tenda terlihat sudah banyak yang tersusun rapi dengan disisakan jarak untuk jemaah berjalan. Di dalamnya sudah dilengkapi pendingin ruangan.

Tenda untuk jemaah haji di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Sementara di luar tenda juga ada kipas angin yang berdiri di sepanjang jalan. Ada juga tempat pendingin minuman dan es krim. Toilet juga sudah berfungsi dengan air yang mengucur deras saat keran dinyalakan.

Tenda untuk jemaah haji di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief memeriksa langsung kondisi dan berbagai fasilitas di Arafah.

Hilman memastikan akan terus berkoordinasi dengan syarikah untuk memastikan pelayanan ke jemaah haji Indonesia bisa maksimal saat puncak haji.

“Alhamdulillah kita juga sudah berdiskusi dengan para CEO yang menjadi mitra kita. Mereka juga bisa memahami konteks jemaah kita yang mana sebagian besar masih harus bergabung dengan grupnya, dengan keluarga, ada orang tua dengan pendampingnya. Kita komunikasikan," kata Hilman saat proses meninjau layanan di Armuzna, Senin (26/5).

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengecek tenda di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Fasilitas tenda di Arafah masing-masing syarikah hampir sama. Bedanya tentu di jumlah jemaah yang mengisi tenda dari masing-masing syarikah.

Syarikah merupakan perusahaan swasta penyedia layanan haji yang ditetapkan oleh Arab Saudi.

Ada delapan syarikah yang melayani jemaah haji Indonesia tahun ini, yaitu Al-Bait Guest melayani 35.977 jemaah, Rakeen Mashariq 35.090 jemaah, Sana Mashariq 32.570 jemaah, Rehlat & Manafea 34.802 jemaah, Alrifadah 20.317 jemaah, Rawaf Mina 17.636 jemaah, MCDC 15.645 jemaah, dan Rifad melayani 11.283 jemaah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengecek tenda di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan
Petugas membersihkan arena jalan di antara tenda yang akan digunakan jamaah calon haji Indonesia di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (15/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Setelah dari Arafah, Hilman melihat kondisi di Mina. Tenda-tenda juga sudah dilengkapi kasur, meski ada yang masih dalam proses penyusunan.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengecek tenda di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Hilman menilai fasilitas di Mina juga sudah terlihat ada perbaikan menjelang puncak haji 2025.

“Kita sudah lihat banyak perbaikan, block-nya, listrik sudah tidak banyak lagi kabel keluar, AC juga sudah lebih baik dan kami juga meminta kepada pimpinan syarikah pastikan itu dari sekian ribu tenda dipastikan itu tidak ada bermasalah pendinginnya dan sanitasi," tutur Hilman.