Mengenal MK11, Baju Keselamatan yang Ditemukan dari Kapal Selam KRI Nanggala

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kabar duka terkait pencarian kru KRI Nanggala-402. Setelah empat hari dilakukan pencarian di sekitar perairan utara Bali, kapal selam buatan Jerman itu dinyatakan tenggelam atau subsunk.
Seluruh awak KRI Nanggala-402 yang berjumlah 53 orang dinyatakan gugur pada Minggu (25/4). Hal itu berdasarkan temuan di lapangan, mulai dari serpihan torpedo hingga potongan kapal selam menjadi tiga bagian.
Salah satu temuan dari puing-puing milik KRI Nanggala-402 adalah escape suit MK11. Baju tersebut ditemukan oleh ROV (Remote Operation Vehicle) MV Swift Rescue dari Singapura.
"Ini baju escape yang biasanya ditaruh di kotak, tapi ini bisa lepas berarti ada kedaruratan sehingga diambil dari kotak akan dipakai. Kemungkinan belum sempat pakai, kondisinya sudah darurat sehingga ini bisa lepas," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers, Minggu (25/4).
Untuk diketahui, Submarine Escape Immersion Equipment (SEIE) atau yang juga dikenal dengan sebutan Submarine Escape merupakan setelan penyelamat berwarna oranye menyala yang dirancang oleh perusahaan Inggris RFD Beaufort Limited, yang berfungsi sebagai baju penyelamat dari kapal selam yang tenggelam.
Setelan ini dirancang untuk memberikan perlindungan dari hipotermia, dan memungkinkan orang yang memakainya menyelamatkan diri dari kapal selam yang karam di kedalaman hingga 600 kaki atau 183 meter, dengan kecepatan pendakian ke permukaan laut 2-3 meter/detik.
RFD Beaufort SEIE MK11 yang ditemukan bersama puing kapal selam KRI Nanggala-402 merupakan generasi terbaru escape suit yang dirancang untuk memberikan perlindungan intensif bagi kru kapal selam saat mencapai permukaan laut hingga akhirnya diselamatkan.
MK11 ini terdiri dari pakaian selam yang dilindungi lapisan thermal di bagian dalamnya. Rancangan tersebut bertujuan untuk menjaga agar pemakainya tetap kering dan terlindung dari suhu dingin selama mencapai permukaan dan untuk memberikan daya apung.
Yudo mengatakan, escape suit ini harusnya tersimpan di dalam kotak. Baru bisa dipakai ketika terjadi kondisi darurat.
"Karena ini lepas, berarti di situ sempat terjadi kedaruratan. Kemudian mungkin tidak sempat pakai atau saat pakai goyang, sehingga lepas. Ini lepas dari kotaknya," jelas Yudo.
****
Saksikan video menarik di bawah ini:
