Mengenang Influencer Muda di Gaza, Yaqeen Hammad, yang Tewas Dirudal Israel
ยทwaktu baca 2 menit

Influencer muda asal Gaza, Yaqeen Hammad, tewas dalam serangan Israel yang menghantam lokasi pengungsian di wilayah al-Baraka, Deir al-Balah, utara Gaza pada Jumat (23/5) lalu.
Dikutip dari The Guardian, Selasa (27/5), Yaqeen Hammad dikenal karena senyumnya yang cerah dan kegiatan kemanusiaan. Yaqeen dan saudara laki-lakinya, Mohamed Hammad, biasanya membantu membagikan makanan, mainan dan pakaian kepada keluarga-keluarga pengungsi.
Tak hanya itu, Yaqeen juga dikenal sebagai influencer paling muda di Gaza. Dalam konten-kontennya di media sosial, dia kerap membagikan tips bertahan hidup di tengah bombardir Israel seperti cara memasak ketika tidak ada gas.
Dalam satu postingannya, Yaqeen menulis: "Saya mencoba membawa sedikit kebahagiaan kepada anak-anak lain supaya mereka melupakan perang".
Yaqeen memainkan peran aktif di Quena, organisasi nonprofit berbasis di Gaza yang aktif pada bantuan kemanusiaan.
Bersama saudara laki-lakinya yang juga pekerja kemanusiaan, Yaqeen sering mengunjungi kamp pengungsi. Di setiap tempat yang dia kunjungi, dia berusaha menyebarkan keceriaan dan menghibur anak-anak.
Ketika berita tewasnya Yaqeen menyebar, para aktivis, pengikut hingga jurnalis satu per satu menyampaikan pesan dukacita. Jurnalis foto di Gaza, Mahmoud Bassam, bahkan mengatakan meski Yaqeen kini tiada, tapi dampaknya tetap jadi mercusuar kemanusiaan.
"Dari ada berada di sekolah dan menikmati masa kecilnya, dia aktif di Instagram dan berpartisipasi dalam kampanye untuk membantu orang lain di Gaza," kata Bassam.
Israel terus meningkatkan serangan udara di Gaza lewat Operasi Kereta Perang Gideon sejak pekan lalu.
Pada Senin (26/5) saja, serangan udara Israel di Gaza membunuh setidaknya 52 orang, termasuk 31 orang yang mengungsi di sekolah. Serangan terjadi saat semua orang tidur.
Pada Minggu (25/5), serangan Israel membunuh setidaknya 38 orang. Jumlah korban dalam serangan di akhir pekan mencapai lebih dari 100 orang.
Yaqeen tewas dalam rangkaian serangan yang membunuh 9 dari 10 anak, yang memicu kemarahan internasional.
