Mengikuti Cara Ari Wibisono Mengedit Foto Gede Pangrango, Ini Hasilnya

Viralnya foto penampakan Gunung Gede Pangrango dari Kemayoran, Jakarta milik fotografer Ari Wibisono membuat perbincangan netizen dan sejumlah pegiat fotografi.
Sejumlah pihak menyebut penampakan gunung di foto itu merupakan tempelan. Meski begitu, Ari menegaskan, hal itu bukan tempelan.
Kepada kumparan, Ari membeberkan proses dari awal hingga akhirnya foto tersebut diunggah ke media sosial. Ia mengatakan, foto tersebut diambil pada Rabu (17/2) saat ia hunting spot foto di daerah Kemayoran, Jakarta Utara.
Setelah mendapatkan hasil foto itu, ia kemudian mengedit menggunakan aplikasi Lightroom hingga akhirnya diunggah ke Instagram. Ia mengaku tidak ada editing khusus dalam proses tersebut.
“Cuma kita memperjelas mempertajam di settingan kayak di clarity, shadow, umum, highlight contrast, saturation itu umum banget, sudah pada tahu fotografer,” tambahnya.
Mengikuti hasil editan Ari, Jamal Ramadhan, Fotografer kumparan mencoba mengedit hasil fotonya menggunakan Adobe Camera Raw, karena memotret menggunakan RAW. Namun, saat Jamal memotret Kamis (18/2) pukul 6.05 WIB, suasana Gunung Pangrango sebagian tertutup kabut.
Dalam proses editing, pertama-tama Jamal menentukan bahwa ada dua bagian dalam fotonya, yaitu atas yang merupakan gunung, awan dan langit, kemudian bawah, yaitu suasana jalan raya dan pepohonan yang ada di sekitarnya.
Pertama ia menyeleksi dulu bagian atas, kemudian menurunkan kecerahannya, lalu menaikkan kontras dan ditambah dengan menaikkan clarity. Pada bagian bawah, Jamal tidak terlalu menggunakan banyak fitur, hanya menaikkan eksposur saja sedikit dan menurunkan saturasi warna.
Untuk menaikkan detail, foto dari Adobe Camera RAW, Jamal menggunakan Photoshop dan menggunakan plug-in NIK Software Color Efex Pro dan memilih filter 'detail extractor' untuk lebih memperlihatkan detailnya.
