Mengingat Lagi Kasus Bom SMA 72 yang Menginspirasi Pelaku Ledakan MAN 3 Padang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Seorang siswa XII MAN 3 Padang, Sumatera Barat, membawa dan meledakkan diduga bom rakitan di sekolahnya. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/7).

Perundungan atau bullying diduga menjadi penyebab siswa tersebut nekat melakukan aksinya. Informasi itu didapat usai pihak kepolisian melakukan pemeriksaan.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan, anak tersebut mengaku melakukan perbuatannya karena menyimpan rasa dendam akibat sering menjadi korban bullying oleh teman-temannya," kata Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo kepada wartawan di lokasi, Selasa (14/7).

Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Berdasarkan pengakuan dari siswa berinisial R itu, ia terinspirasi dari kasus SMA 72 Jakarta pada tahun 2025 lalu. Lebih lanjut, siswa tersebut mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak melalui internet.

“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh TIM Penyelidik,” kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam keterangannya, Selasa (14/7).

Lantas seperti Apa Kasus SMAN 72 Jakarta

Petugas Brimob gegana melakukan investigasi usai ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Candra/AFP

Kasus siswa membawa bahan peledak di lingkungan sekolah pernah terjadi di Jakarta. Tepatnya di SMAN 72 Jakarta.

Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB, menjelang salat Jumat, menjadi hari yang mencekam untuk murid dan juga guru. Empat buah bom meledak. Pelakunya adalah siswa sekolah tersebut.

Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, 98 orang mengalami luka ringan hingga berat. Dari hasil pemeriksaan sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran, luka bakar ringan, hingga trauma saluran pencernaan.

Total ada tujuh bom yang dibawa oleh pelaku dan hendak diledakkan. Namun, hanya 4 bom yang meledak. Sedangkan sisanya berhasil diamankan polisi.

Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam Masjid SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/Reuters

Empat bom itu meledak di dalam masjid dan taman baca yang letaknya dekat dengan bank sampah. Untuk bom yang diledakkan di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai alat pemantiknya.

Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dekat bank sampah menggunakan sumbu.

Setelah ledakan, pelaku mengalami luka serius. Dia sempat dibawa ke RS Islam Cempaka Putih. Lalu, dia dirujuk ke RS Polri untuk menjalani perawatan intensif.