Menguak Teror Wafer Isi Silet di Jember: Motif dan Sosok Pelaku

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wafer. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wafer. Foto: Shutter Stock

Warga Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilanda kegelisahan. Penyebabnya adalah orang tak dikenal memberi makanan ringan wafer jajanan ke anak-anak sekitar. Isi dalam wafer itu adalah staples dan potongan silet.

Sudah dua kali hal tersebut ditemukan warga. Kasus pertama terjadi pada tiga pekan lalu di Jalan Manggis, Kelurahan Jember Lor.

Kemudian kasus kedua terjadi pada Sabtu (31/7) di Jalan Cempedak. Dalam kasus kedua ini, pelaku melempar 3 bungkus wafer ke halaman rumah.

kumparan post embed

Pelaku melempar wafer itu ke rumah warga sekitar secara acak setelah bocah-bocah yang diberikan menolak. Pemilik rumah itu adalah Yasin. Ia mengatakan salah satu anaknya yang berusia 6 tahun merengek ingin mencicipinya.

Wafer dicampur potongan silet beredar di Jember. Foto: Dok. Istimewa

Alhasil Yasin membiarkan anak perempuannya mencicipi wafer itu. Namun anaknya menemukan bagian keras pada wafer sehingga sulit dikunyah dan memuntahkannya. Setelah diperiksa ternyata dalam wafer itu terdapat potongan silet.

“Untungnya tidak sampai ditelan oleh anak saya,” ujar Yasin yang mengaku masih khawatir, saat dihubungi wartawan, Selasa (3/8).

Kasus ini lalu dilaporkan ke ketua RT dan RW setempat. Selain itu juga ke polisi.

kumparan post embed

Diselidiki Polisi

Polsek Patrang yang mendapatkan laporan langsung melakukan penyelidikan. Pelaku diketahui seorang pria.

Kapolsek Patrang, AKP Heri Supadmo mengaku sempat kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku. Sebab pelaku menggunakan jaket bertudung dan wajahnya tertutup oleh masker. Selain itu yang melihat langsung pelaku hanya anak-anak.

“Karena saksi anak-anak sulit mengingat. Menurut saksi, pelaku tidak bicara sama sekali. Hanya langsung memberikan wafer itu atau melemparnya ke anak-anak, kemudian pergi,” ujar Heri.

kumparan post embed

Akhirnya Tertangkap

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna usai memeriksa sejumlah peralatan sound system yang disita oleh penyidik. Foto: Dok. Istimewa

Meski sempat mengalami kesulitan dalam melakukan identifikasi. Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku.

Kasatreskrim Polres Jember, AKP Komang Arya Wiguna, mengatakan pria itu berinisial AG (43). Dia ditangkap di kediamannya pada Selasa (3/8) siang. Polisi lalu membawanya ke Polres Jember untuk diperiksa.

kumparan post embed

AG adalah pengangguran yang hidup sebatang kara. Ia tinggal di permukiman Kecamatan Patrang, Jember. Katika diperiksa di kantor polisi, AG terlihat menggunakan peci berwarna putih hitam dan mengenakan baju batik.

AG (43), pria pemberi wafer isi silet ke anak-anak di Jember. Foto: Dok. Istimewa

Kepada polisi dia mengaku memberi wafer isi silet ke anak-anak di sekitar daerahnya adalah untuk tolak bala.

"Yang bersangkutan memang sengaja membuat snack untuk menolak bala wabah. Merasa paranoid, sehingga mempersiapkan wafer disisipi benda tajam dikemas kembali," ujar Komang, di kantornya, Selasa (3/8).

Komang belum menjelaskan wabah apa yang dikhawatirkan oleh AG. Namun, wabah yang sedang melanda saat ini adalah COVID-19.

Polisi tangkap AG, pria di Jember yang beri wafer isi silet ke anak-anak. Foto: Dok. Istimewa

Lebih lanjut Komang menuturkan AG ini sudah 10 kali melancarkan aksinya. Namun ia tidak mendetail di mana saja pria terebut beraksi.

"Ditaruh di jalan, diambil orang sewaktu-waktu, kebetulan kemarin anak-anak. Sudah 10 kali," kata dia.

"Masih kami dalami proses hukumnya, perlu gelar perkara. Terduga dalami motif, barang bukti dan persesuaian petunjuk," lanjut Komang.

kumparan post embed