Mengungkap Kematian Mahasiswa UNS saat Diklat Menwa
ยทwaktu baca 4 menit

Mahasiswa UNS bernama, Gilang Endi Saputra, tewas saat mengikuti pendidikan dan latihan di UMKM Resimen Mahasiswa atau Menwa. Peristiwa itu terjadi Minggu (24/10) di Jurug Solo.
Setelah dinyatakan meninggal, jasad Gilang sempat dipulangkan ke rumah orang tuanya di Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Namun polisi berkoordinasi dengan keluarga agar bisa melakukan autopsi terhadap jenazah. Karena kematian Gilang ini cukup janggal.
Sedangkan diklat menwa itu sedianya akan berlangsung sejak 23-31 Oktober. Akibat peristiwa ini, UNS langsung menghentikan kegiatan tersebut.
Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS Kuncoro Diharjo membenarkan adanya mahasiswa UNS meninggal. Namun, terkait meninggalnya karena apa, masih dilakukan pengumpulan data.
"Kita masih menunggu hasil autopsi mahasiswa yang meninggal itu dari rumah sakit," ujar Kuncoro.
Paman Korban Ungkap Ada Lebam di Wajah
Keluarga Gilang Endi, mengaku curiga dengan kondisi jenazah. Mereka melihat ada lebam di wajah korban.
Paman korban, Sutarno, mengatakan saat itu ada dua panitia yang datang ke rumah korban pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
"Mereka hanya mengabarkan bahwa Gilang dibawa ke rumah sakit," kata Sutarno. Ketika itu panitia tidak mengatakan Gilang sudah meninggal.
Tidak lama setelah itu keluarga baru tahu Gilang sudah meninggal beberapa jam sebelumnya. Mereka melihat ada beberapa kejanggalan di jenazah korban.
"Ada lebam di pipi dan seperti darah mengering," kata Sutarno.
Kondisi tersebut membuat keluarga tidak terima atas kejadian tersebut. Apalagi, Gilang yang gemar olahraga itu berangkat mengikuti diklat dalam kondisi sehat.
"Keluarga marah dan tidak terima melihat kondisi seperti itu. Kami berharap bisa mengetahui penyebabnya secara gamblang," kata Sutarno.
Kondisi itu membuat keluarga mengizinkan polisi untuk melakukan autopsi. Kegiatan autopsi dilakukan di RSUD Moewardi pada Senin (25/10).
Polisi Periksa 18 Saksi
Polresta Solo terus mendalami kasus ini. Setelah melakukan autopsi, polisi juga memintai keterangan dari belasan saksi.
"Tim penyidik telah berkoordinasi dengan Rektor dan Wakil Rektor UNS. Mereka mendukung kegiatan penegakan hukum, profesional, transparan dan akuntabel," kata Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.
Ade menyebut, keluarga korban juga sudah membuat laporan resmi ke kepolisian. Laporan itu dibuat pada Senin (25/10). Polisi telah menindaklanjuti laporan itu dengan kegiatan autopsi pada hari yang sama.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," kata dia.
Menurut Ade Safri, polisi telah meminta keterangan terhadap 18 saksi. Mereka terdiri atas 1 dosen, 8 peserta dan 9 panitia.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti, yakni berupa pakaian korban, senjata replika, helm, tas dan alat elektronik.
"Barang yang disita ini terkait kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Pra Gladi Patria XXXVI Tahun 2021," kata Ade Safri.
Polresta Solo juga telah melakukan gelar perkara sejak Senin kemarin.
"Tahapan penyelidikan sudah kami naikkan ke tahap penyidikan," tutur Ade.
Gibran Minta Insiden Serupa Tidak Terulang
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menyayangkan peristiwa ini. "Saya menyayangkan. Jangan sampai kejadian seperti itu terulang kembali," kata Gibran Rakabuming.
Gibran masih menunggu penyelidikan polisi untuk mengetahui penyebab kematian Gilang Endy .
Menurutnya, saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh Polresta Solo. Dia juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengetahui kejelasan mengenai kasus tersebut.
Namun, Gibran mengaku belum berkomunikasi dengan Rektorat UNS. "Belum, saya baru dengar kasusnya kemarin malam kok," kata Gibran Rakabuming.
Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Mahasiswa UNS yang Tewas Saat Diklat Menwa
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan, sejauh ini hasil dari pemeriksaan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Gilang Endi Saputra.
"Dari hasil autopsi ada tanda-tanda kekerasan," ujar Iqbal.
Pukulan di kepala diduga menjadi penyebab tewasnya Gilang Endi Saputra. "Korban meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak," kata Iqbal.
Iqbal menegaskan, autopsi jenazah Gilang dilakukan langsung oleh Kabiddokes Polda Jateng Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti.
"Untuk berapa titik saya belum bisa sebutkan. Namun dari visum ada tanda-tanda kekerasan," jelas dia.
Dalam perkara ini, polisi telah memeriksa 18 orang saksi. Namun, belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka.
"Belum ada tersangka, pemeriksaan dilakukan secara maraton. 8 orang saksi dari peserta, 9 orang saksi dari panitia, dan 1 orang dosen semua sudah kami periksa," tutur Iqbal.
